14 January 2018

Resep Pie Brownies

Pie brownies ini sudah lama resepnya tersave, nah sebelum bencana banjir bulan lalu rencana mau eksekusi. Bahan sudah siap, tapi keburu banjir.

Setelah tertunda berkali-kali, kemarin akhirnya coba eksekusi resep. Baru buat kulit pie nya sudah penuh drama. Abila & Ahdan dengan sukarela jagain adeknya, demi pie brownies. Mereka dengan kompak bergantian menyanyi atau mengajak Ayzar cerita, tapi saat Ayzar nda mau lagi cooperatif, mommy harus turun gunung 😜😄.

Jadilah buat kulit pie ini yang harusnya cuman butuh waktu sekitar 30 menit, jadinya harus sampai 1 jam lebih. Selesai buat kulit pie, adonan harus saya masukkan kulkas karena sudah keburu magrib. Jadinya keesokan harinya baru pie browniesnya bisa di nikmati.

Berikut resep pie brownies

Pie Brownies

Kulit pie

By Budi Lestari
Recook : itagazali

Bahan
300gr tepung terigu
160 gr margarin
20 gr gula halus
2 kuning telur

Caranya :
Campur terigu dan gula halus
Masukkan margarin, uleni hingga rata
Terakhir masukkan kuning telur, campur rata.
Cetak di cetakan pie. Tusuk dasarnya dengan garpu.
Sambil menunggu adonan brownies, kulit pie saya save di kulkas.

Brownies

Source : erlina.lim
recook : itagazali

Bahan :
150 gram dark cooking chocolate
50 gram mentega
40 ml minyak sayur
2 butir telur
150 gram gula halus
100 gram tepung terigu protein sedang
35 gram coklat bubuk
Topping, sesuai selera ya, saya pakai chocochyps dan kenari

Cara membuat :
Lelehkan DCC, mentega dan minyak
Kocok telur dan gula halus dengan menggunakan whisk sampai benar benar tercampur rata
Masukkan campuran lelehan coklat aduk rata
Masukkan campuran tepung terigu sedikit demi sedikit sambil diaduk.
Tuang adonan ke dalam dalam kulit pie
Beri topping suka suka
Oven bersamaa kulit pie dan browniesnya kondisi mentah.

Selamat mencoba


02 January 2018

(Drama) Banjir Akhir Tahun 2017

Tulisan ini sebenarnya mau saya posting akhir tahun 2017, apa daya game ludo lebih banyak menyita waktu disela-sela jagain baby Ayzar  (2m6d) & kk Ahdan (3yo) yang lagi common cold.

Jadi ceritanya sejak Selasa 19 Desember hujan deras terus mengguyur Makassar sampai rabu malam. Alhasil rabu malam air depan rumah sudah mulai menggenang.

Kamis jam 4 pagi, pak swami bangun mengecek air. Air sudah mulai masuk garasi. Setelah shalat subuh, mulai deh prepare mengamankan barang-barang. Pengalaman dua tahun lalu, air masuk dalam rumah kurleb 10 cm.

Buku-buku, berkas-berkas, pakaian, mainan anak-anak yang ada di lemari bagian paling bawah segera di amankan. Di naikkan ke atas meja, ke atas lemari.

Sofa di ganjal batu bata 3 susun, mesin cuci & kulkas di naikkan ke atas meja setinggi 70 cm.

Jam 8 pagi, garasi sudah di genangi air. Sesekali menjilat lantai dalam rumah saat ada kendaraan lewat depan rumah bak pantai kena air laut akibat ombak.

Saya bersama anak-anak, naik ke lantai 2. Jam 12 siang air semakin naik, sudah masuk dalam rumah tanpa permisi 😢. Di jalan, air sudah setinggi lutut air orang dewasa.

Pak swami sudah niat mengungsikan kami keluar dari rumah, tapi saya masih kekeh tinggal. Makan siang mengandalkan nasi goreng sabili, saya sudah enggan masuk dapur yang sudah tergenang air.

Sekitar jam 5 sore, saya turun ke bawah. Niatnya mau ambil rice cooker, masak nasi di lantai 2. Benar-benar kaget, air dalam rumah sudah selutut. Air samping kulkas terasa hangat, buru-buru saya cabut colokannya.

Sempat masak nasi, kemudian turun lagi ke lantai 1 beres-beres barang karena air banjir semakin tinggi.

Magrib tiba, pak swami memutuskan kami harus segera tinggalkan rumah. Alasan utama, mesin air sudah terendam dan air di tampon sisa sedikit. Alasan lain juga, listrik kemungkinan besar akan di putus.

Lepas magrib, pak swami di bantu adik ipar mengangkut hampir semua isi lemari ke lantai 2. Semua di tumpuk begitu saja.
Setelah semua lemari kosong, packing lah kami untuk mengungsi. Jujur saja saking bingungnya, pakaian yang saya masukkan tidak lagi saya pilih. Yang ketemu mata langsung masuk tas & koper. Alhasil pakaian saya selama mengungsi itu warna warni, atasan biru celana hitam jilbab pink 😄😄😄.

Jam 8.30 malam, kami sudah siap berangkat. Kebetulan di rumah saat kejadian ada ipar bersama suami (Rizal)dan bayinya "Afham" (4 bulan), juga ada ibu mertua.

Yang pertama kali meninggalkan rumah itu ibu mertua bersama Abila (11yo) di temani suami-suami yang membawa koper. Mereka jalan dari rumah ke depan kampus STIFA, tempat Rizal memarkir mobilnya. Jarak rumah ke kampus kurang lebih 400 meter.

Pak swami dan Rizal kembali ke rumah, mengambil tas pakaian dan nasi yang sudah sempat di masak. Juga membawa serta Ahdan dengan di soppo (apa sih bahasa indonesianya 😜).

Air semakin tinggi, batu bata 3 susun yang dipakai mengganjal sofa tidak lagi berfungsi. Sofa sudah terapung, kulkas terpaksa di angkat ke atas meja dapur, di bantu anak muda yang kebetulan datang menawarkan bantuan. Motor di angkut dengan rakit batang pisang. Saya hanya bisa menatap nanar barang-barang yang tergenang air.

Yang terbersit di hati, sungguh manusia tak punya kuasa. Harta tidak bisa di sombongkan. Ketika Allah menghendaki, sungguh sekejap saja bisa hilang. Masih bersyukur bukan api yang datang.

Hampir jam 10 malam, saya dan adik ipar  (Ima) siap-siap meninggalkan rumah. Kami menggendong bayi kami masing-masing. Afham anteng di alat gendong,  sementara Ayzar menolak pakai gendongan.

Ima duluan turun ke bawah, tapi balik lagi ke lantai 2 karena air sudah sampai di kaki bayi dalam gendongannya. Kami tidak berani menerjang banjir setinggi pinggang dengan bayi dalam gendongan.

Jam 10 lewat, ada tim sar membawa perahu karet untuk mengevakuasi kami dan bayi. Ternyata ibu mertua yang menunggu kami di depan kampus STIFA menginfokan ke tim sar kalau ada 2 bayi di rumah kami.

Saya bersama baby Ayzar & Ima bersama  baby Afham di angkut menggunakan perahu karet. Di samping kiri kanan kami ada beberapa tim sar dan beberapa anak muda kompleks memayungi kami dengan karpet plastik yang lebar karena hujan tak kunjung reda. Terima kasih tak terhingga buat mereka.

Sampai di mobil, saya mendapati Abila yang kedinginan karena celana dan sepotong bajunya basah sementara Ahdan duduk tenang di samping sang nenek.

Kami meninggalkan kompleks, mencari tempat mengungsi. Pertama kami ke hotel Arbor di Sudiang, hotel transit murah meriah. Tapi sayangnya sampai sana kamar full, kami bergerak ke arah bawah. Saya ingat ada home stay daerah Sudiang, tapi sampai di sana juga kamar full.

Kami kembali bergerak ke arah Daya, ada hotel daya depan kapolsek Biringkanaya. Tapi belum juga kami masuk, kami lihat di lobby antrian panjang mengular. Sepertinya korban banjir juga.

Kami langsung masuk jalan tol, mencoba peruntungan di hotel Fave dg Tompo, coba telepon tapi kamar full. Anak-anak mulai mengeluh lapar, lihat jam ternyata sudah hampir jam 12 malam. Saya hanya bisa menenangkan mereka, sebentar lagi kita sampai nak..sabar yah. Padahal dalam hati sangat iba lihat mereka.

Coba buka aplikasi Traveloka, kali ini mencoba peruntungan di hotel Amaris pettarani. Beruntung masih ada kamar kosong. Kami segera meluncur ke jl. AP pettarani.

Masuk hotel dengan daster yang basah sepinggang, sampai kamar langsung mandi dettol, makan kemudian tidur. Saat itu sudah Jumat jam 1 dini hari.


Kami balik ke rumah Sabtu siang, air masih menggenang dalam rumah sekitar 5 cm. Di bantu beberapa teman, lantai rumah bersih jam 6 sore.

Setelah itu menjemur, membuang barang rusak, merapikan barang-barang butuh waktu seminggu lebih. Saat tulisan ini saya buat, rumah belum beres 100%.

Berharap tak lagi ada musibah di tahun ini.


31 August 2016

TANTANGAN KBB #53 TRIPLE CHOCOLATE MOUSSE CAKE

Pertamakali liat email dari KBB untuk tantangan 53 ini saya agak ragu untuk mencobanya. Dipostingan saya beberapa waktu lalu, saya sudah pernah mengatakan kalau saya tidak berbakat dalam membuat cake, Apalagi melihat bahan dan cara buatnya ada beberapa hal yang tidak familiar dengan saya, plus saya juga tidak memiliki loyang springfom.


Setelah berkali-kali membaca resepnya, kemudian membandingkan dengan resep lainnya, melihat youtube cara pembuatannya akhirnya saya bertekad menaklukan tantangan ini meskipun dengan hasil yang gagal nantinya. dengan bantuan google, saya mencari tahu beberapa hal yang tidak saya mengerti. Dengan pengetahuan seadanya saya mencobanya meskipun demikian saya sudah membayangkan kalau cake ini nanti bakal berakhir di tempat sampah nantinya. Kegagalan di depan mata (lebay dot com).


Memulainya pagi hari dengan mencincang coklat, kemudian berhenti dan meyakinkan hati lagi dengan menonton youtube berkali-kali.

Karena saya tidak memiliki springfom  pan, saya menggunakan plastik mika dengan membentuknya seperti ring, mengunci kedua ujungnya dengan stampler. Ide ini saya dapatkan di salah satu blog, sayangnya saya lupa alamat blognya.

plastik mika sebagai cetakan pengganti loyang springfom
Kemudian untuk pemanggangan cake dengan metode waterbath (au bae marin) saya tidak merendam pan dalam air karena saya tidak memiliki aluminium foil. Saya mendapat trik dari cakefever.com, trik 2 rak. Loyang berisi adonan di letakkan di atas rak sementara loyang yang terisi air di letakkan di bawah rak.

tekhnik au bae marine dengan rak susun
Saya pun memodifikasi jumlah dari beberapa bahan diresep ini, seperti jumlah coklat yang saya kurangi karena pengalaman saya untuk resep-resep luar  negeri biasanya sangat manis dan khusus untuk lapisan white chocolate saya hanya menggunakan setengah resep karena orang rumah tidak begitu suka dengan aroma colat putih. Dan karena alasan yang sama saya menambahkan glaze siram untuk lapisan atas cake ini sehingga aroma coklat putih bisa tertutupi.  

Saat membuat cake-nya saya merasa kegagalan sudah di depan mata, ketika mencampur coklat telur butter dengan kocokan putih telur gula, adonan terasa encer, berminyak dan tidak menyatu. Setelah dipanggang cake-nya sangat lembek. Tapi saya tetap lanjut, dalam hati berkata gagalpun akan tetap saya laporkan. Dan setelah melewati semua tahap, Cake yang awalnya saya pikir bantat ternyata hasilnya begitu memuaskan, apalagi rasanya benar-benar mantap manisnya juga pas banget. Suami sampai request cake ini buat lebaran idul adha nanti...hehehe senang rasanya.

Berikut resep dari tantangan KBB #53
TRIPLE CHOCOLATE MOUSSE CAKE

Bahan:
Cake
170 gram      semisweet chocolate berkualitas tinggi, cincang (resep asli 10 oz = 289 gram)
4 buah           telur
70 gram        gula pasir
¼ sdt             garam (saya skip karena menggunakan salted butter)
1 sdt              vanili
110 gram      butter suhu ruang  (resep asli 1/2 cup)

Lapisan Chocolate Mousse
170 gram      semisweet chocolate berkualitas tinggi, cincang (resep asli 10 oz = 289 gram)
355 ml          heavy whipping cream 
1 sdt             unflavored gelatin
2 sdm           air dingin

Lapisan Chocolate Mousse
80 gram       semisweet chocolate berkualitas tinggi, cincang (resep asli 7 oz)
250 ml         heavy whipping cream (resep asli 1 1/2 cups)
1 sdt             unflavored gelatin
2 sdm           air dingin

Cara pembuatan:

Cake
  1. Panaskan oven 1800C. olesi loyang ukuran 24 cm dengan butter/margarine, lapisi dengan kertas panggang, olesi lagi dengan butter/margarine.(Resep asli menggunakan Loyang bongkar pasang/springfoam).  Cake akan dipanggang dalam waterbath (au bain marie), saya menggunakan trik panggang rak susun
  2. Lelehkan chocolate pada panas rendah pada doule boiler
  3. Tempatkan putih telur dalam mangkuk besar, tambahkan 1/3 bagian gula pasir kemudian kocok dengan kecepatan rendah. Secara bertahap tingkatkan kecepatan dan teruskan mengocok hingga fluffy, kemudian tambahkan sisa gula dan vanili. Kocok lagi hingga semua gula larut dan berbentuk meringue mengkilap (hamper soft peak)
  4. Menggunakan whisk, campur mentega ke dalam cokelat leleh hingga tercampur, lalu tambahkan kuning telur. Tambahkan separuh bagian adonan putih telur ke dalam adonan cokelat, aduk perlahan. Lalu tambahkan adonan putih telur yag tersisa ke dalam adonan coklat, aduk rata.
  5. Tuang adonan ke dalam loyang, panggang 26-28 menit (hingga tes tusuk gigi menunjukkan bagian tengah kue matang).
  6. Keluarkan cake dari oven dan biarkan dingin di suhu kamar, putar pisau di sekeliling loyang dan keluarkan cake. Cetak cake menggunakan plastik mika yang telah di bentuk bulat sehingga cake yang akan kita gunakan tertinggal dalam plastic mika tersebut. Masukkan dalam kulkas.




Lapisan Chocolate Mousse
  1. Letakkan cokelat yang telah di cincang ke dalam mangkuk tahan panas.
  2. Dalam wadah kecil, lunakkan gelatin dengan 2 sdm air dingin. Sisihkan.
  3. Didihkan 150 ml heavy whipping cream, tuang di atas cokelat cincang, aduk perlahan hingga halus dan cokelat meleleh. Jika cokelat tidak meleleh sepenuhnya, panaskan kembali campuran cokelat pada panas rendah dan terus aduk hingga meleleh.
  4. Panaskan gelatin yang sudah lunak dengan api kecil, aduk untuk melarutkannya. Jika sudah tidak ada gumpalan, adukkan gelatin ke dalam cokelat leleh.
  5. Kocok 200 ml heavy whipping cream yang tersisa hingga soft peak. (Jangan over whip!!!)
  6. Adonan cokelat harus bebas dari gumpalan dan suhu harus sekitar 270C
  7. Tambahkan sekitar separuh dari whipped cream ke cokelat dan kocok perlhan hingga semua tercampur, kemudian aduk dengan tekhnik aduk lipat (fold)  whipping cream yang tersisa.
  8. Tuang mousse di atas cake yang didinginkan dalam ring plastic mika, ratakan permukaannya dengan spatula. Tempatkan kembali dalam kulkas


Lapisan White Chocolate Mousse

  1. Untuk lapisan white chocolate mousse ini, gunakan cara kerja lapisan chocolate mousse diatas dengan menggunakan cokelat putih yang telah di cincang. Hati-hati agar cokelat putih tidak terlalu panas saat di lelehkan, jika terlalu panas cokelat akan terpisah dan tidak bisa di gunakan lagi.
  2. Tuang mousse cokelat putih di atas lapisan chocolate mousse. Dinginkan kembali di kulkas.




Saya menambahkan cokelat glaze siram sebagai topingnya, berikut bahan dan cara kerjanya:
Glaze
70 gram chocolate, cincang
80 gram heavy whipping cream (di timbang)
3 sdm madu
1 sdm minyak goring

Cara kerja :

Panaskan heavy whipping cream, matikan api. Masukkan madu dan minyak, aduk rata.
Tuang glaze di atas white chocolate mousse. Dinginkan kembali di kulkas minimal 4-5 jam atau semalaman.
Sebelum di sajikan, putar pisau tipis di sekeliling cetakan, dan buka plastik mika perlahan.

Triple chocolate mousse siap di santap.


Tantangan KBB kali ini, sangat berkesan buat saya, apalagi hasilnya begitu perfect menurut orang rumah hehehe. Dan tidak lupa saya ucapkan "Selamat Ulang Tahun yang ke 9 buat KBB, semoga makin hebat"

31 May 2016

Kue Sarang Semut (Caramel Cake Indonesia) Tantangan #KBB52

Ini resep tantangan kedua buat saya dari KBB. Sumpah saya deg-degan mengeksekusi resep ini karena saya karena saya jarang sukses kalau bikin cake. Entah cakenya melengket di cetakan, cakenya tidak mengembang bahkan kadang mentah bagian tengahnya hehehehe.


Saya sempat menunda-nunda untuk mengikuti tantangan kbb #52 ini. Sempat malah kepikiran untuk izin aja hehehe. Tapi setelah browsing tips dan trik resep ini, akhirnya saya memberanikan diri mengeksekusinya.


Kue Sarang Semut (Caramel Cake)
Resep by Erik Kusuma

Note: pakai takaran cangkir gelas belimbing (vol ± 200 ml)
Bahan A:
500 gr                          gula pasir putih
2 gelas                         air suhu ruang
Masak gula hingga jadi karamel. Masukkan air saat gula sudah berwarna coklat, aduk sesekali saja saat gula kelihatan mencair. Jika terlalu sering diaduk akan menggumpal.
Bahan B
1 ½  gelas                    tepung terigu segitiga biru (pake gelas 200cc)
½  gelas                       tepung tapioka

Bahan C
6 butir                         telur
1 sdt                            baking powder
1 sdt                            baking soda
½  sachet (± 100 gr)    margarine, lelehkan
½ kaleng                      susu kental manis
Cara membuat:
1.      Kocok telur dengan whisk/spatula hingga rata. Kocok satu arah (searah/berlawanan jarum jam).
2.      Tambahkan baking powder dan baking soda, aduk terus dengan arah yang sama.
3.      Tambahkan margarine, aduk terus dengan arah yang sama, tidak perlu sampai larut.
4.      Tambahkan tepung terigu dan tapioka, aduk satu arah hingga margarine larut.
5.      Masukkan susu kental manis, terus aduk satu arah. Semakin lama pengadukan yang dilakukan di tahap ini, hasil seratnya akan semakin bagus.
6.      Masukkan karamel yang sudah dingin. Aduk rata. Tuang di loyang tulban yang sudah diolesi margarine dan tepung terigu.
7.      Panggang suhu 180oC selama 45 menit atau hingga kecoklatan, gelembung diatas cake sudah kempes. Potong setelah dingin.

Proses pembuatan caramel




Pembuatan kue ini buat saya agak tricky pas bagian membuat karamel. Karena takut gosong, saya terlalu cepat menambahkan air sehingga warna cakenya tidak nyoklat tapi malah keemasan hihihi

Dan inilah hasil penampakan kue sarang semut hasil dari dapur saya, buat saya hasilnya kurang memuaskan. Minusnya itu warna cake yang tidak nyoklat dan sarang semutnya kurang. Tapi berharap semoga bisa tetap lulus di tantangan kali ini biar bisa jadi anggota tetap KBB.

Hasil tantangan kue sarang semut