28 February 2010

Tsunami at Hawaii

Jumat, hampir jam 2 malam, aku sudah niat tidur ketika tiba-tiba muncul status Erenst di facebook "Tsunami WARNING for saturday" lengkap dengan link nya. Setelah baca jadi ngeri juga. Hawaii bakal kena tsunami, mana suami lagi di San Fransisco lagi, bingung http://www.smileycodes.info. Tsunami di perkirakan terjadi Sabtu pagi. Di Hilo pulau tetangganya Honolulu diperkirakan jam 11.05 bahkan bandara Hilo di tutup. Sementara di tempat ku, Honolulu Tsunami di perkirakan jam 11.30.


Setelah nunggu beberapa menit, gak ada yang comment statusnya si Erenst aku langsung tidur, HP ku silent. Tapi pagi-pagi banget tiba-tiba aku dengar ada orang di luar yang bunyikan Bel, aku lihat jam di HP masih Jam 7 pagi siapa juga yang bertamu pagi-pagi gini, dan di HP ada 10 miscall. Pas buka pintu ternyata Mike, belum sempat aku persilahkan Mike masuk tiba-tiba HP berdering, ternyata dari K Yani.. "Ita..kita sudah tau mi???"  Aku langsung mikir ada sesuatu yang terjadi dengan K Agus..trus aku ngomong sambil setengah pengen nangis "ada apa k Yan??".... K Yani bilang "Soal Tsunami..., Mike kesitu jemput supaya Ita ke hale manoa saja"   ..Oke jawabku. 


Ternyata sejak jam 6 pagi, Tsunami warning kian kencang dari pemerintah baik lewat radio, tv, dan juga sirene yang berbunyi tiap jam dan terdengar di semua tempat (tapi karena aku nyenyak tidur..jadi tidak up to date dehh, padahal udah tau dari jam 2 malam). Dengan sedikit panik aku ambil pakaian, laptop, pasport, DS, dompet, susu buat Abila. Ganti pakaian, sikat gigi dan go ke hale manoa. Aku sampai bawa koper segala, kepikiran mungkin gak balik ke rumah ini lagi kalo udah tersapu tsunami.Sampai di Hale Manoa aku langsung ke kamarnya mba Latifa di lantai 12, ternyata dia udah nunggu dan udah packing juga. Katanya mau ngungsi ke gunung, takutnya kalau gempa kan lebih bahaya di dalam gedung. Aku pun sependapat. Jadi kami pun pergi ke tempat yang lebih tinggi lagi. Tapi koper aku tinggal, kali ini benar-benar cuman bawa paspor, DS, 1 lembar pakaian, laptop, dompet. Teman-teman bawa bekal seadanya roti, selai, air minum sementara aku gak punya persiapan sama sekali (lah wong bangunnya juga dengan panik...)


Kami pun jalan, sebagian teman yang lain ngungsi ke Masjid tapi sebagian lagi nyantai aja gak kemana-mana. Sambil jalan kami terus memantau keadaan lewat radio, warning tsunami lewat sirene masih terus berbunyi tiap jam. Aku agak sedikit ribet karena bawaan yang berat belum lagi harus mendaki dan Abila yang kecapean dan kadang minta gendong, untung ada mba Endri yang nolongin...thanks mba Endri.


K agus yang sedang di San Fransisco juga tidak berhenti menelpon..pastilah dia sangat khawatir. Tapi aku selalu bilang kondisi kami baik, dan Insya Allah aman.  Dan semoga besok dia juga udah nyampe Honolulu dengan selamat..amin.


Sejak pagi semua pantai di tutup, gak ada yang boleh masuk. Masyarakat sejak subuh berbondong-bondong ke supermaket buat beli makanan yang tahan lama dan gak butuh masuk kulkas karena mereka khawatir listrik bakal padam dan tidak bisa masak dan lain-lain. Sebagian lagi mengisi bak penampungan dengan air, karena kalau listrik padam yahh gak ada air, tapi aku gimana mau nampung air, gak ada bak karena mandinya pake shower.


Para tamu hotel di sepanjang pantai juga di evakuasi dengan bus ke tempat yang lebih tinggi, semua sekolah di tutup, mall-mall sebagian besar juga tutup. Jalanan sepanjang pantai dan dataran rendah pun di tutup.


Tepat jam 10, sirene makin rutin aja berbunyi. Sebelumnya tiap jam sekarang tiap 1/2 jam udah bunyi lagi..., kami hanya mampu berdoa dan berserah diri pada-Nya. Sebagian teman sudah mengabarkan ke keluarga di Indonesia, nelpon dari sini sekitar jam 7-8 pagi artinya di Indonesia masih jam 01.00-02.00 wita dinihari. Aku sendiri sama sekali gak sempat memberi kabar. Jam 12, kami pun balik ke hale manoa. Gak ada yang terjadi tapi masih tetap was-was. Sirene pun udah gak bunyi lagi. Aku telepon Mike minta di antar pulang, ternyata dia ngungsi di Masjid dengan k Yani. Aku pun nungguin, jam 14.00 mereka antarin aku balik kerumah. Langsung goreng ayam..makan karena kelaparan. Trus nyari berita soal tsunami ini, dan senang banget pas buka web CNN "The tsunami warning is canceled for the state of Hawaii, the Pacific Tsunami Warning Center said"..Alhamdulilahhh...thanks ya Allah.


Setelah tsunami warningnya di canceled, aku baru nelpon ke orang tua di Indonesia.


Sebenarnya Tsunami ini sampai ke Hawaii, tapi levelnya tidak besar sehingga tidak menelan korban, kamu bisa baca lengkap disini.


Benar-benar salut buat pemerintah sini, yang begitu bagus menurutku dalam pemberian informasi akan datangnya bencana.


Tak henti-hentinya juga bersyukur pada Allah, masih melindungi kami, masih meminjamkan umur buat kami. Makasih ya Allah. Makasih juga buat K Yani, Mike, mba Latifa, mba Endri..dan teman-teman lainnya...gak tau mesti gimana kalau gak ada kalian..

0 comments:

Post a Comment

Berkomentar yang sopan sangat disenangi, komentar spam akan di hapus. Thanks!!