05 April 2011

Bis Kota Di Oahu Hawaii

Salah satu hal yang bikin nyaman disini adalah publik transportation berupa bis. Pertama kali naik bis disini, pas hari kedua kedatangan saya karena hari pertama di habiskan buat tidur karena jet lag karena perbedaan waktu yang sangat mencolok beda 18 jam dengan Makassar. Seminggu pertama selalu ditemani suami, hari-hari berikutnya memberanikan diri naik bis sendiri.

Saat naik bis, harus membawa uang pas. Jangan berharap ada kembalian dari sopir bis. Pernah suatu hari saat nunggu bis di halte, seorang turis dari Italy sedikit 'ngomel' karena sehari sebelumnya dia membayar bis $10 untuk 1x naik yang seharusnya hanya $2.50 untuk dewasa dan $1. Dia tidak tau kalau mesti bawa uang pas, setelah kejadian itu dia segera mengoleksi uang $1 dan beberapa koin di dompetnya :)

Saat naik bis, disamping sopir telah ada mesin penerima pembayaran ongkos bis. Uangnya bisa berupa uang kertas $1 atau coin 25, 10 ataupun 5 cents dan tidak menerima coin penny alias coin 1 cents.Setelah mebayar ongkos bis, sopir akan memberikan kita transfer berupa tiket yang bisa kita gunakan kembali untuk naik bis secara free apakah untuk pulang atau nyambung bis lainnya jika tujuan kita mesti 2-3x naik bis.. Di transfer tersebut ada tanggal dan jam expirednya. Jangan berpikir untuk menggunakannya esok hari, karena tiap hari transfernya berbeda warna kertasnya..he..he..he

Selain menggunakan uang untuk membayar ongkos bis, juga terdapat kartu bis yang bisa di beli di beberapa supermarket seperti wallmart. Kartu tersebut berlaku 1 bulan seharga $60, ada juga yang berlaku setahun dengan harga yang lebih mahal tentunya.

Setelah urusan pembayaran beres, sekarang cerita soal aturan dalam bis. Dalam bis ada beberapa kursi, kursi paling depan di peruntukkan bagi orang jompo, orang cacat, ibu hamil, atau ibu dengan anak-anak kecil. Kita bisa menempati tempat ini saat orang-orang tersebut tidak ada, tapi saat mereka naik bus kita harus pindah ke bagian belakang jika masih ada kosong atau berdiri.

Kursi bagian depan tersebut, juga bisa dilipat untuk digunakan oleh orang yang menggunakan kursi roda. Nah gimana bisa naik bis kalo ada kursi roda??? Bis nya sudah di rancang untuk hal tersebut, jadi tangga di pintu bis bisa membuka sehingga pengguna kursi roda bisa naik dan turun. Kebetulan saya dapat videonya di youtube. 



Selain fasilitas buat pengguna kursi roda, juga ada fasilitas buat yang punya sepeda. Didepan bis, ada tempat untuk menyimpan 2-3 sepeda.

www-2.net/y23.stock.pictures/20080417-Waikiki/
Nah, saat didalam bis kita tidak boleh makan, minum, bicara keras-keras, merokok dan hal lain yang mengganngu kenyamanan penumpang bis. Di bis ini juga ada speaer yang di sambung dengan gps yang akan menyebutkan kita berada didaerah mana. Hal ini sangat menolong utamanya bagi yang baru menggunakan bis. Biasanya saya ataupun suami jika akan menuju suatu tempat baru kami akan masuk ke google map untuk melihat bis no berapa yang mesti di tumpangi dan turun di daerah mana. Jadi saat di bis, kita cuma ingat aja nama tempatnya dan saat gps menyebutkan nama tersebutkita tinggal menarik tali yang ada di sisi jendela ataupun menekan tombol yang biasanya ada di tiang dekat pintu turun.



Terinspirasi dari tulisan teman di connecticut, Dianadji.

2 comments:

  1. wah ... enak deh bisa jalan2 keluar negeri,tentu banyak pengalaman disana. seperti naik bis kota di oahu Hawai... jauh banget dgn biskot di neg kita ya.... he.... ditunggu koment baliknya nih mbak

    ReplyDelete
  2. Waktu balik ke Jakarta trus naik metro mini, pas mau turun saya sempet cari2 tali rem di jendela. Terus baru sadar, oiya ini kan metro mini bukan bus hawaii! he he he...

    ReplyDelete

Berkomentar yang sopan sangat disenangi, komentar spam akan di hapus. Thanks!!