16 January 2010

Di Balik Keluhan-keluhan di Honolulu

Tidak terasa sudah 10 hari saya di Honolulu,HI. Awalnya agak stress dan banyak mengeluh, yah soal makanan, dan yang paling sering soal harga barang-barang yang begitu mahal menurut saya.

Tapi kemudian menyadari kalau saya hanya menilai dari satu posisi saja. Baru menyadari kalo memang harga barang, ongkos bus disini jauh lebih mahal ketimbang di Indonesia tapi disisi lain penghasilan masyarakat sini juga jauh diatas masyarakat Indonesia pada umumnya.

Contoh kecil misalnya keluarga kami, hidup di Indonesia hanya dari Gaji PNS (suami saya ngajar di Universitas Hasanuddin). Gaji PNS tau donnnnnnnk Smiley, yah dengan gaji itu kami harus pake bayar listrik, beli pulsa, beli bensin, beli gas, beli air galon, buat makan, dan masih setumpuk kebutuhan lainnya. Disini, semuanya mahal (kalo bandingkan dengan harga Indonesia), tapi penghasilan kami juga diatas penghasilan selama di indonesia. Jadi menurutku, living cost disini sebanding lah dengan stipend yang diberikan pihak scholarship (ya..iyalah,Smiley)

Yang asyik disini...., yah boaaaaaaaaaaayak lah....

Yang pastinya, aku bisa ke US donk Smiley. Gak perlu bayar visa (kan dibayarin sama fulbright), bisa ngerasain gimana teraturnya hidup disini.

Keteraturan misalnya mau nyebrang tidak perlu berdiri/berhenti ditengah jalan karena ada motor yang nyelip dari sampig mobil. Disini pengendara mobil kalau lihat kita mau nyebrang dia akan berhenti dan mendahulukan pejalan kaki. Kalau mau naik bus, sopir bus akan menyapa kita dengan ramah "Hello" atau "Good morning" atau "Happy nice day".

Disini juga gak ada gosip tetangga or gosip keluarga yang kadang rambut jadi kriting Smiley.
Damai deh hidup... Smiley, juga dosanya jadi berkurangkaaaan.

Yang asyik-asyik lainnya, Abila bisa sekolah disini....

Pokonya asyiiiiiiiiik deh, soal makanan udah mulai bisa beradaptasi.

0 comments:

Post a Comment

Berkomentar yang sopan sangat disenangi, komentar spam akan di hapus. Thanks!!