23 February 2010

Bijak Memilih Susu

Saat Abila lahir, aku memberikannya ASI eksklusif selama 5,5 bulan. Selanjutnya di beri MPASI (makanan pendamping ASI) sementara ASI berlanjut sampai usia 23 bulan. Awalnya pengen ngasih susu formula (sufor) tapi setelah liat Talk Show Dorce Show di Trans TV yang menghadirkan dr. Utami Rusli yang mengatakan ASI sangat baik jadilah aku berjuang buat beri Abila ASI eksklusif.

ASI eksklusif yaitu pemberian ASI tanpa tambahan makanan dan minuman lain termasuk air putih. Menerapkan hal ini bukanlah hal yang mudah buat ku. Tentu ada yang pro dan kontra soal ini, dan dalam keluarga hal ini lebih banyak kontra nya..Free Blinkies. Dari mama ku, ibu mertua, tante tante yang lain. Mungkin karena sudah kebiasaan umum sekarang di Indonesia, memberikan susu formula pada bayi karena katanya kalau cuma ASI tidak cukup, atau alasan lain mamanya kurus jadi ASI nya kurang, atau anaknya tidak akan gemuk kalau cuma minum ASI. Trus soal tidak memberikan makanan sampai usia 6 bulan, aku juga harus berjuang untuk itu. Di lingkungan keluargaku, anak usia 3-4 bulan sudah di beri makan pisang, atau biskuit bayi sementara setahu saya dari browsing, WHO sendiri menyarankan ASI eksklusif selama 6 bulan.

Dari usia 0-6 bulan, Aku berhasil memberikan ASI eksklusif pada Abila (dengan harus banyak menerima celaan tentunya..hik..hik). Dan alhamdulilah BB Abila saat itu sangat baik, terus mengalami peningkatan. Masalah kemudian muncul ketika Usia Abila 7 bulan keatas, BB tidak naik bahkan cenderung menurun. Mulai lagi dapat teror buat ngasih Abila Sufor dan aku pun pasrah karena ikutan stress dengan BB nya yang menurun. Tapi Abila justru menolak, beberapa kali di belikan susu formula (sufor), justru berakhir di tong sampah alias Abila gak mau minum. Hampir semua merk udah di coba, berbagai cara mulai dari ngedot, sedotan, disendokin Abila tetap tidak mau. Nah dari sini aku tidak lagi memberikannya sufor.

Usia 1 tahun 5 bulan, aku mulai lagi memperkenalkan sufor. Sedikit-sedikit mulai suka, namun setelah browsing di internet dan gabung di milis sehat mulai tahu lagi kalau susu UHT low fat lebih baik dari sufor untuk usia 1 tahun ke atas. Beralih lagi aku ke UHT dan meninggalkan sufor, disini dapat "kecaman" lagi dari beberapa teman, keluarga tapi tidak dari mama dan ibu mertua.


Banyak yang bertanya kenapa UHT?? Sufor kan lebih mahal pasti lebih bagus "prices never lies" katanya, atau di sufor kan ada kandungan AA dan DHA nya, ada kandungan lutein nya dan lain-lain. Akupun coba memberikan jawaban tapi karena di keroyok yah jadinya gak bisa meyakinkan mereka..sedih deh rasanya Sad Emoticons. Dan mulai saat itu, aku mulai print hasil browsing di internet dan di bawa kemana-mana biar kalo ada yang nanya dan komplain, tinggal ngasih hasil print suruh baca sendiri...he..he.

Belum lagi kalau ada kerabat dan handai tolan yang bercerita "memamerkan" merk susu formula yang diberikan pada anaknya,...anak saya minum susu merk ini ada kandungan ini nya loh dan harganya mahhhhalll.

Sekarang di sini Abila minumnya susu pasteurisasi yang kandungan lemaknya 2% (saran dokter disini). Pernah sekali pas aku ke supermarket nyari sufor, ada juga ternyata tapi gak ada satupun orang aku lihat disitu. Kalau di indonesia mah antriiii belum lagi spg yang ramai membujuk kita untuk berganti merk...

Oiya aku sedikit ingin bercerita beda susu UHT, Pasteurisasi dan susu bubuk

Pasteurisasi adalah proses pemanasan makanan dengan tujuan membunuh organisme merugikan seperti bakteri, virus, protozoa, kapang dan khamir.

tidak seperti sterilisasi yang mematikan semua mikroorganisme, baik yang patogen maupun yang menguntungkan. Pasteurisasi mengurangi jumlah mikroorganisme hidup sehingga tidak beresiko menyebabkan penyakit (dengan asumsi produk yang telah di pasteurisasi disimpan dalam keadaan dingin)

Susu pasteurisasi harus disimpan di lemari pendingin. Tak ada pilihan lain. Dengan begitu susu pasteurisasi ini tidak akan ditemukan di rak biasa bersama produk susu atau miniman lainnya. Umur simpan susu pasteurisasi maksimal 1 minggu terhitung sejak tanggal produksi.

Susu UHT tidak berbeda jauh dengan susu pasteurisasi. Sama-sama dengan panas (tapi temperaturnya berbeda), sama-sama memperhitungkan waktu pemanasan, yang keduanya bertujuan meminimalkan mikroorganisme patogen namun tetap menjaga keutuhan kandungan gizi (kerusakan sesedikit mungkin)

Bedanya dengan pasteurisasi, UHT membunuh semua mikroorganisme. Karena itu susu UHT dikenal juga dengan sebutan susu steril. Umur simpan susu UHT bisa mencapai 6 bulan hingga 1 tahun terhitung sejak tanggal produksi.

Susu bubuk dibuat dari padatan susu yang dikeringkan. Susu bubuk banyak ditemukan di negara-negara berkembang karena biaya transportasi dan penyimpanan yang sangat murah (karena tidak butuh pendingin). Susu bubuk juga sering di gunakan untuk bantuan pangan di tempat-tempat penampungan pengungsi di masa susu segar sulit di temukan.

Semakin panjang proses, semakin banyak nutrisi yang rusak/hilang. Dan tentu saja proses susu segar hingga menjadi susu bubuk memiliki tahap yang lebih banyak dari susu UHT ataupun pasteurisasi (coba banyangin susu yang awalnya cairan di olah jadi bubuk..). Dengan demikian susu bubuk ada di bagian bawah 'rantai kualitas" produk susu.

Nah sekarang kembali pada diri anda masing-masing, "bijak memilih susu". Kalau masih ingin menambah referensi silahkan browsing, om google dengan senang hati membantu anda


Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Susu_segar
http://asuh.wikia.com/wiki/ASI_eksklusif
http://lita.inirumahku.com/health/lita/secuil-tentang-produk-susu-sapi/

7 comments:

  1. siiip...txs sharingnya ya Mbak...kayaknya ntar aku kalo punya anak bakalan banyak nanya2 ke Mbak Ita ya :-)

    ReplyDelete
  2. nah ini baru bisa....iya tu infonya asyik bgt buat ibu2 tapi.keturunan dokter kale ya?
    hehehe...nice info lah

    ReplyDelete
  3. Mba Helen..gabung di milis sehat aja. Asyik..cuman kudu bikin alamat e-mail khusus soalnya e-mail yang masuk bisa sampai 200-300 sehari

    ReplyDelete
  4. Danang..thanks infonya. Pantesan gak ada yang coment di postinganku. Cuman sekarang lagi nyari tutor buat perbaiki kolom post commentnya, soalnya mepet ke kanan.

    ReplyDelete
  5. iya sama2 tapi sekarang punya ku ini yang belum bisa....kata verifikasinya yang tidak bisa terlihat jadi ga bisa di koment

    ReplyDelete
  6. wew.. mantap artikelnya, berguna bgt tuh buat keluarga muda :D
    kunjungan balik, salam kenal juga :D

    .

    ReplyDelete
  7. makasih zon atas komen dan kunjungannya

    ReplyDelete

Berkomentar yang sopan sangat disenangi, komentar spam akan di hapus. Thanks!!