09 February 2010

Perjalanan Makassar - Honolulu 2

Cerita sebelumnya "Perjalanan Makassar - Honolulu 1" bisa klik disini
  
Dari pantai kuta kami berjalan ke matahari square trus setlah puas kami nyari makan malam, mencoba ayam goreng kering sari laut. Habis makan masih ada waktu, kami pun menyebrang jalan, ada NAV rumah bernyanyi keluarga. Lumayan buat nyantai sejenak sebelum berangkat. Setelah puas kami pun balik ke hotel, beres-beres dan tidur.

Jam 12 malam, kami menuju bandara ngurah rai menggunakan taxi yang sudah kami pesan sejak pagi hari. Saat cek in di bandara ngurah rai, kami memberitahu petugas China airlines (pesawat yang akan kami tumpangi) kalau stroller yang Abila pakai, akan kami gunakan juga saat transit di Taiwan dan Narita. Petugas pun membolehkan kami menggunakannya selama di Ngurah rai, jadi stroller di ambil pas di pintu pesawat.

Sesaat sebelum masuk ke ruang tunggu, lewati security check. Semua tas dan barang elektronik di masukkan dalam X-rau bagage detector. Setelah itu semua isi tas di keluarkan dan di periksa satu persatu, apalagi yang berupa cairan. Hand & body lotion saya di sita, tapi untungnya susu Abila berupa susu cair tidak disita. 

Beberapa info yang saya dapat katanya kalau baby care memang tidak bakalan di persulit. Jadi ceritanya, sebelum berangkat, saya sudah di wanti-wanti untuk tidak membawakan susu cair buaat Abila, karena Abila minumnya susu uht sementara penerbangan international hanya boleh membawa cairan maksimal 100 ml. Beberapa kerabat menyarankan agar membawa susu bubuk untuk bekal Abila di pesawat, tapi saya tetap kekeh aja bawa susu uht sebanyak 5 kotak kemasan 250 ml (total 1000ml). Pikiran saya, yah kalo disita gak apa-apa. Dan benar saja, saat di security check ngurah rai semua bawaan untuk Abila lolos masuk kabin seperti susu uht, air mineral kemasan 500 ml, parasetamol sirup 60 ml, minyak telon 200 ml. Alhamdulilah, thanks god!

Pesawat pun meninggalkan Bali tepat jam 02.35, hari rabu 6 Januari 2010. Oiya, sebelum masuk di ruang tunggu kami sempat ke cafe sekedar nyari teh hangat biar perasaan lebih nyaman dan tak lupa saya minum antimo biar bisa tidur pulas. Dan benar saja, selama perjalanan Denpasar - Taiwan saya tertidur pulas Smiley,, sampai -sampai pas pembagian meal oleh pramugari saya tidak mendengarnya lagi.
Sampai di Taiwan Taoyuan International Airport jam 07.00 pagi. Waktu Denpasar dan Taiwan sama. Saat pesawat mendarat, hujan deras mengguyur Taiwan sehingga penumpang pun di jemput menggunakan bus. Saat turun dari pesawat, stroller Abila sudah ada dalam bus yang menjemput penumpang. Stroller terbungkus rapi dengan plastik.

Kami tiba di terminal 1, dan pesawat yang akan membawa kami ke Narita nanti berada di terminal 2 bandara. Kamipun berjalan menuju terminal 2. Abila tetap di stroller, perjalanan dari terminal 1 ke terminal 2 cukup jauh. Stroller yang kami bawa, sangat-sangat membantu, karena kami juga bawa tas di kabin pesawat. Tas jinjing berisi laptop, tas jinjing berisi pernak-pernik Abila dari susu-boneka-bantal-obat-dll, 2 tas ransel yang masing-masing berisi pakaian buat jaga-jaga siapa tau mesti salin baju, mainan Abila.


Dari terminal 1 ke terminal 2 menggunakan sky train, kereta yang dikendalikan mesin (Abila bilang, sopirnya ketinggalan..he..he). Sky train ini membawa penumpang dari terminal ke terminal tiap lima menit. Sampai terminal 2, melongo heran lah saya melihat bandara yang besaaaar dan lebih mirip mall, banyak toko-toko, cafe, restoran, lounge bahkan hotelpun ada. 

Karena kami transit di Taiwan 6 jam, kami coba sewa lounge $30/orang. Fasilitasnya mandi gratis, makan-minum sepuasnya, duduk bermalas-malasan, internet free. Tapi sayang makanannya sangat aneh di lidah "kampung" saya, sup rumput lautnya mie instan nya semua aneh. Jadi saya cuman makan roti bakar plus teh jasmine. Abila pun begitu, hanya makan roti. Saat itu Taiwan sangat dingin, suhu mungkin sekitar 16 derajat celcius, so mandi air hangat deh sepuasnya. Setelah makan, mandi serta puas beristirahat, kami pun berjalan keliling bandara melihat bandara yang lebih mirip mall ini.

Jam 13.35 kami ke gate D5, menunggu pesawat yang akan membawa kami menuju Narita Jepang. Kali ini kami ganti pesawat yang lebih besar, air bus. Saat ngantri untuk check security kami berada di barisan agak belakang, Abila tertidur pulas di strollernya dan tiba-tiba saja petugas China airlines memanggil saya untuk maju ke depan tanpa perlu ikut dalam antrian panjang. Semua isi tas diperiksa, tidak ada masalah termasuk susu Abila yang masih ada 3 kotak.

Pesawat yang membawa kami meninggalkan Taiwan jam 14.10 waktu setempat (waktunya sama dengan wita). Setelah pesawat telah terbang sempurna, para pramugari membagikan meal. Karena tadi pagi cuman makan roti dan sedikit mie instant saya sangat berharap kali imi mealnya dapat nasi dan ayam. Tiba-tiba pramugari datang menghampiri kami dan bertanya chicken or pork?, yah pastinya kami memilih chicken, tapi ternyata yang di maksud shicken pasta, cobain sesuap dan rasanya aneh sangat dilidah saya. Jadi saya cuman memakan sepotong roti, begitupun Abila. Suami berusaha untuk memakan lebih banyak chicken pastanya, mungkin karena dia sudah terbiasa.

Pramugari yang memberikan kami makanan, melihat kalau kami bertiga tidak suka dengan makanan tadi dia pun membemberi tahu kalau akan menginformasikan ke pramugari berikutnya kalo kami di berikan makanan yang beda. Tapi saya sudah merasa lapar, seharian gak begitu bagus asupan makanannya dan saya juga merasa khawatir dengan Abila yang asupan makanannya juga hanya sedkit roti. Saya pun niat nyari makan sesampainya di Narita.

bersambung ---

0 comments:

Post a Comment

Berkomentar yang sopan sangat disenangi, komentar spam akan di hapus. Thanks!!