23 May 2010

Solusi Buat Anak Picky Eater


Anak picky eater atau susah makan sering kali jadi bahan diskusi ibu-ibu. Contohnya, saya punya beberapa teman yang anaknya juga seumuran abila. Saat Abila masih usia 1-2 tahun, kami sering diskusi soal anak kami yang sulit makan. Salah satu keluhan teman yaitu anaknya makan sampai 1 jam hanya untuk sepiring kecil makanannya.


Berbagai teori yang bertebaran di internet maupun majalah coba diterapkan dengan mencoba pernak-pernik makanan yang bisa menarik perhatian si kecil, atau makanan disajikan dengan bentuk yang bisa menarik perhatiannya. Tapi semua itu seolah tidak bereaksi apa-apa terhadap anak-anak kami.

Berbagai solusi pun coba diterapkan masing-masing ibu, ada yang memberi vitamin. Susu pengganti makanan padat, mencoba memberi anak makanan cepat saji seperti K*C, dan lain-lain. Saya pun termasuk di dalamnya memberi vitamin penambah nafsu makan dan memberi susu, kalau K*C tidak saya berikan karena saya memang mencoba semaksimal mungkin untuk menjauhkan Abila dari msg. 


Tapi setelah baca banyak artikel dan dari pengalaman sendiri ternyata vitamin penambah nafsu makan tidak begitu berpengaruh. Tetap saja Abila tidak doyan makan, maupun ngemil.

Nah setelah Abila sekolah disini, saya lihat perubahan yang bagus dengan selera makannya. Jadi jadwal makannya jam 8 sarapan, jam 12 makan siang, jam 3 snack. Dengan makanan yang sangat bervariasi, ingat cerita pada postingan saya tentang gimana Abila stress dengan makanan kan? kalo lupa bisa klik disini

Saya pun coba menganalisa kenapa sebelum-sebelumnya Abila malas makan, menurut saya selama ini karena aktifitas Abila yang kurang mengeluarkan energi. Hanya duduk menonton, main boneka, main ditempat tanpa bergerak banyak. Juga yang menjadi sering kita menganggap anak malas makan karena sebagian orang tua di Indonesia hanya menganggap makan itu kalau anaknya makan "nasi", yang lain gak dianggap makan tapi cemilan.

Disekolah Abila, nasi hanya di berikan 1-3 x seminggu.  Menu sarapan dan lunch selalu beda dari sereal, biskuit, chicken sandwich, roti, pizza, burger, pancake, yoghurt, kentang rebus, ikan tuna, dll. Namun menu yang selalu sama tiap sarapan dan lunch selalu ada 200 ml susu pasteurisasi dan buah, buahnya pun bervariasi, jadi meski anak tidak makan sayuran seratnya bersumber dari buah. Buah yang diberikan apel, jeruk sunkist, nenas, pisang, peach, strawberi, melon, pepaya, dll Sayuran yang saya lihat diberikan tidak seperti sayuran kita yaitu sayuran berkuah, sayur kangkung atau bayam misalnya, mereka diberikan lebih banyak sayuran segar tanpa di masak misalnya salad, baby carrot (yang ini mungkin aneh kalo bilang wortel bayi), pipilan jagung manis, tomat, selada, dll. Satu lagi menu favorit abila yang tidak pernah diberikan, telur dadar, ceplok+kecap, atau direbus. ada sih menu telur cuman dimasaknya direbus tapi di kocok dulu entah gimana caranya tapi hasilnya yang tampak kuningnya saja.

Anak-anak ini jarang yang tidak makan makanannya apalagi saat luch karena 1 jam sebelum waktu makan siang mereka bermain di halaman sekolah. Dipandu oleh gurunya untuk berlari mengitari halaman. Bermain, berlari selama 1 jam  membuat energi mereka terkuras, sehingga saat makan tiba mereka pun jadi lahap. Tanpa butuh vitamin, pernak-pernik makan yang cantik, atau buat model makanan yang bagus!

image from http://www.babble.com/CS/blogs/strollerderby/2008/picky%20girl.jpg

5 comments:

  1. makasih atas infonya, anak sekarang lebih memilih jajan daripada makan..

    ReplyDelete
  2. thanks dimas, udah berkunjung dan coment disini

    ReplyDelete
  3. wahh pengalaman yang bagus untuk dijadikan memperbaiki masalah makan anak ....

    ReplyDelete
  4. Thanks Prie di Sampit, sudah berkunjung kesini:)

    ReplyDelete

Berkomentar yang sopan sangat disenangi, komentar spam akan di hapus. Thanks!!