18 July 2010

Accident di Pertengahan Juli

Rabu malam seperti biasa suami main badminton di kampus. Ini kegiatan rutinnya tiap minggu. Tapi kali ini terjadilah accident di lapangan. Katanya saat dia main badminton (main ganda), mata kirinya terkena shuttlecock yang di smash sama lawan mainnya dan saat itu posisinya sangat dekat dengan net. Saya juga tidak tau persis kejadiannya seperti apa.

Saat itu saya sedang ber FB ria, sambil menunggunya pulang. Tapi sedikit heran karena dia pulang 1 jam lebih awal dari biasanya dan sedikit mengedor pintu. Pulangnya juga sambil memegang mata kiri dan di antar oleh dua teman.Suami pun bercerita dengan tergesa-gesa, tapi pikiran saya saat itu, ahhhhh cuman perih biasa paling bentar juga hilang perihnya.

Tapi alangkah kagetnya saya ketika tau kalau ternyata mata kirinya itu tidak bisa melihat sama sekali meskipun matanya melotot. Saat mata kanan di tutup, mata kiri hanya mampu melihat sedikit cahaya tapi tidak mengenali bentuk sama sekali.

Malam itu juga, kami langsung ke The Queens Medical Center honolulu bagian emergency tentunya. Ternyata lumayan ketat juga, masuk rumah sakit mesti melewati check security dan tas di lewatkan pada pemeriksaan X Ray seperti kalau masuk bandara. Kami harus antri dulu untuk masuk ke dalam ruangan pemeriksaan. Untungnya pasien emergency tidak banyak malam itu, tidak sampai 30 menit kami menunggu.

Awalnya k agus hanya di periksa oleh ners, ners mengatakan ada pendarahan di bagian dalam mata. Darah itu yang menutupi lensa mata sehingga matanya tidak bisa melihat alias blind. Mereka pun menelpon dokter spesialis mata untuk datang, lumayan lama juga kami menunggu karena rumah dokternya sangat jauh dari rumah sakit. Kami menunggu 1 jam lebih, tapi perlahan mata k agus sudah mulai bisa melihat. Sudah mengenali bentuk tapi  penglihatan masih kabur.


Dokter kemudian datang, penampilannya nyantai banget cuman pake kaos oblong warna hitam dan celana pendek model kargo warna crem. Beda banget yah ama di Indo...dokternya pasti pake celana panjang kain, baju putih dan datang di kawal ama suster..he..he, yang ini saya benar-benar unik buat saya. Dokter kemudian memeriksa mata kiri suami, meneteskan 2 buah obat tetes, mengetes penglihatan. Setelah itu dia mengambil secarik kertas, menggambar mata dan menjelaskan pada kami apa sebenarnya yang terjadi dengan mata sang suami. 


Kata dokter, dalam mata terjadi pendarahan tapi tidak berlangsung lama. Kinerja pupil mata sedikit terganggu sehingga mata perih ketika kena cahaya terlalu banyak. Dokter menyarankan besok kontrol lagi. Kami pun pulang, sampai rumah jam 12 malam.


Besoknya, kontrol lagi belum begitu banyk perubahan. Kali ini dokter memberikan 3 buah obat tetes dan besok mesti kontrol lagi.


Jumat pagi, kami berangkat lagi ke klinik dokter mata. Setelah melewati beberapa pemeriksaan, dokter mengatakan sudah ada sedikit perkembangan. Menyarankan untuk tetap menggunakan obatnya, dan mesti kontrol lagi menggu depan.


Sekarang yang suami rasakan memang jauh lebih baik ketika awal accident itu. Awal-awalnya dia selalu mual dan sakit kepala yang sangat. Tapi alhamdulilah sekarang sakit kepala dan mualnya sudah hilang, cuman mata masih belum bisa bekerja sama dengan cahaya. Dia pun masih sedikit susah ketika membaca, karena ketika matanya coba untuk fokus membaca dia akan merasa sedikit pusing. 


Semoga bisa cepat pulih seperti semula

1 comments:

Berkomentar yang sopan sangat disenangi, komentar spam akan di hapus. Thanks!!