06 August 2010

Membaca metode Glenn Doman

Di postingan kemarin saya menuliskan keinginan saya mengajarkan Abila untuk membaca yang mentok karena bingung gimana caranya klik disini bila belum baca. Seperti janji saya kemarin, kali ini ingin bercerita cara guru di sekolah Abila mengenalkan huruf dan angka sekaligus membaca dan berhitung pada murid mereka.

Abila masuk di pre school (usia 3.5 tahun), baru mampu menghafal angka 1 sampai 10 dan menyanyikan lagu ABC, tanpa tahu bentuk dari angka dan huruf tersebut. Selama hampir dua bulan saya menemani dia dalam kelas untuk 1 jam pertama. Selama itu pula saya bisa melihat bagaimana guru-gurunya (3 orang guru) mengajar anak-anak. 

Sebelum kelas di mulai (08.00 am), seorang guru akan menaruh kertas  di depan kelas (kertas yang telah ditaruh nama tiap murid) gambarnya bisa di lihat di bawah
klik gambar untuk memperbesar
Kertas ini di susun berbentuk lingkaran, jadi saat tiba waktu kelas di mulai masing-masing anak akan menempati tempat sesuai namanya. Coba perhatikan tiap anak menduduki kertas, di tiap kertas itu ada first name tiap anak.

Kegiatan ini berlangsung 10 menit, bersay hello dengan guru dan teman yang lain kemudian bernyanyi dengan kata-kata "before you eat a breakfast, you must to wash your hand...dst" sambil menggosok-gosok kedua tangan. Setelah itu mereka antri untuk cuci tangan, kemudian makan dan kembali ketempat ini lagi. 
Sesi kedua di circle class ini adalah menghitung jumlah teman, yang sebelumnya memisahkan boys dan girls dengan lagu seperti ini "if you a girl (boys) please stand up!!" kemudian seorang di tunjuk untuk menghitung dan menuliskannya di papan angka dari jumlah girl atau boys. Sesi ini menurut saya mengajaran anak jenis kelamin dan mengenalkan angka.

Sebelum sesi ini berakhir, guru akan memperlihatkan kertas berbentuk bintang yang juga terdapat nama anak disitu. Seperti gambar di bawah ini.

Ketika guru memperlihatkan satu bintang, anak yang tercantum namanya disitu akan menukarkan nama yang dia duduki sebelumnya dengan bintang ini. Bintang ini kemudian di rekatkan pada dinding dan mereka bebas bermain dalam ruangan (postingan tentang ini, telah saya tulis disini).

Di sekolah, masing-masing anak juga memiliki kotak tempat mereka menyimpan barang-barang seperti selimut, jacket, topi, tas. Di depan kotak ini ada nama mereka masing-masing.

Jadi anak familiar melihat tulisan nama mereka, dan lama kelamaan mereka jadi mampu menuliskan nama mereka sendiri.

Untuk hal lain dari metode ini, hampir semua tempat terdapat tulisan dan gambar. Misalnya tempat gunting, akan ada tulisan scissors dan gambar gunting, jadi anak-anak ketika membereskan mainan jadi tahu tempat meletakkan kembali barang-barang yang telah mereka gunakan.

Ok..sekian ceritanya. Sampai jumpa di postingan berikutnya......

1 comments:

  1. dulu saya juga sering berpikir apa iya orang diluar negeri khususnya yang menggunakan bahasa inggris belajar membaca dgn metode yg digunakan di Indonesia.. secara Indonesia kan suka mengadaptasi hal2 dr luar.. tp trnyata kalau dipikir2 metode pembelajaran membaca org Indonesia unik juga ya :D

    ReplyDelete

Berkomentar yang sopan sangat disenangi, komentar spam akan di hapus. Thanks!!