22 September 2010

Pejalan Kaki Sang Raja Jalan

Saya baru merasakan nikmatnya berjalan kaki setelah disini. Selain fasilitas trotoar yang rapi dan ada disepanjang jalan, para pengemudi mobil dan motor (sangat jarang) pun sangat menghargai pejalan kaki.

Saat akan menyebrang misalnya, saya tidak lagi was-was akan mempertaruhkan nyawa di tengah jalan karena pengendara mobil dan motor pasti akan berhenti dan mempersilahkan pejalan kaki untuk menyebrang lebih dulu. Ini bukan hanya jika kita berada di zebra cross dan lampu tanda menyebrang telah menyala tapi juga di tempat yang bahkan tak ada zebra cross nya.

http://megapolitan.kompas.com

Ditiap lampu merah, di pastikan ada zebra cross. Tapi para pejalan kaki juga mesti tahu aturan. Bila akan menyebrang, kita harus memencet tombol yang tersedia dengan icon pejalan kaki. Nah ketika di sebrang jalan telah menyala lampu dengan gambar yang sama pada tombol, sang pejalan kaki boleh nyebrang.

lampu tanda boleh nyebrang jalan
Untuk kasus menyebrang di perapatan tanpa lampu merah ataupun tanpa zebra cross, para pengendara mobil dan motor dengan ikhlas akan berhenti dan memberi jalan untuk kita menyebrang. Bahkan kadang ada yang berhenti 100 meter di depan kita. Dan saat menyebrang itu, mereka tidak akan melaju sebelum kita benar-benar berada di sebrang jalan.

http://www.wired.com
Dengan keteraturan seperti ini, saya tak pernah mendengar sekalipun selama saya disini ada kasus pejalan kaki di serempet mobil/motor apalagi sampai ketabrak.

Saya tak bisa membayangkan, pusingnya orang-orang sini ketika harus datang ke Indonesia apalagi Jakarta..:)

1 comments:

  1. Satu hal yang aku kangenin di US soal ini Mbak...tapi tetep aja aku masih suka jaywalking kalo lagi ga ada mobil dan lampu jalanannya merah :pp whew!

    ReplyDelete

Berkomentar yang sopan sangat disenangi, komentar spam akan di hapus. Thanks!!