14 October 2010

Bayi Kejang Tanpa Demam


Sebenarnya ini kejadian 3 tahun lalu, lumayan enggan untuk mengingatnya kembali tapi saya juga merasa terpanggil untuk share disini. Hal ini di karenakan saat putri saya mengalaminya, saya sangat kesulitan mencari informasi tentang ini baik melalui artikel, internet. Setiap kali mencari informasi, kebanyakan yang saya peroleh adalah kejang demam.

Kejadian ini berlangsung tepatnya 27 Maret 2007, usia putri saya 8 bulan ketika itu.  Saat itu dia lagi pilek ringan akibat alergi. Pilek karena virus dan alergi tentu ada bedanya, nanti coba ku posting di saat lain. Saat itu dia sedang bermain di baby walkernya, baru sekitar 10 menit yang lalu melambaikan tangannya saat papanya berangkat ngajar, dan tiba-tiba saja tubuhnya kaku, tak ada gerakan. Saya sangat panik, pikiran buruk melintas begitu saja. Saya yang tak tahu apa-apa hanya memeluk erat putriku padahal seharusnya ini tidak boleh dilakukan karena semakin mempersulit pernafasannya. Saya hanya teriak-teriak memanggil adik dan ipar saya menyuruh segera menelepon suami saya.

Tapi berkali-kali di telepon, suami tak mengangkatnya. Itu kebiasaan dia, saat mengendara motor tak akan di hiraukan siapapun yang menelepon. Saya mewanti-wanti ipar saya untuk terus menelepon, toh pasti dia akan mengangkatnya jika vibra HP di kantongnya tak berhenti.

Sementara itu, saya yang panik dan bingung segera meletakkan putriku di atas kasur. Dia tak kaku lagi, tapi tertidur pulas, kejadiannya sangat cepat tapi sangat terasa lama buat saya tak sampai 5 menit. Saat bayiku tertidur pulas, suami pun menelepon sebelum dia sampai di tempat kerja. Mungkin dia merasa ada yang emergency sehingga teleponnya tak berhenti bergetar. Ipar saya hanya mengatakan, pulanglah dulu-anakmu lagi kurang sehat. Suami masih ingin bertanya, tentu dia heran karena saat berangkat, anaknya baik-baik saja. Tapi  adiknya hanya menyuruhnya segera pulang, EMERGENCY!!!

Sebelum suami sampai rumah, putriku terbangun dan seolah tak pernah ada kejadian apa-apa sang bayi bermain dan bernyanyi seperti biasa. Dalam hati dan pikiran saya menyimpan banyak tanya. Saat suami sampai rumah, yang tersisa hanyalah cerita. Tapi saya masih penasaran, kami coba membawa putri kami ke dsa di salah satu apotek cukup terkenal di daerah Bumi Tamalanre Permai, Makassar. Tapi sungguh sangat menyebalkan penjelasan dsa, dsa hanya mengatakan anak saya alergi debu dan tak boleh makan bubur home made karena kurang bergizi dan kurang bersih, gak boleh pakai bedak tabur dan di tuliskannya resep dengan isi beberapa obat yang digabung jadi puyer, salah satu merk bubur instan bayi, salah satu merk bedak bayi. Dsa tak memberi banyak waktu buat bertanya karena antrian panjang beberapa anak yang sakit telah menunggu. Saya hanya menebus puyer (waktu itu masih jaman jahiliyah..saya belum gabunng milis), bedak dan bubur tak ku tebus tak masuk akal aja rasanya.
continued..........

Terpaksa tulisan ini ku potong dan mesti ku buat jadi 2 atau 3 postingan, karena setelah kutulis ternyata sangat panjang

5 comments:

  1. sekarang anak gimana bu?

    ReplyDelete
  2. Halo pak Harinoe: syukurnya anak saya sekarang sudah berusia 5.5 tahun. dan sudah tidak pernah kejang lagi, terakhir kejang september 2007.

    ReplyDelete
  3. bu ita..
    anak saya juga mengalami ciri-ciri yg sama..
    bisa tolong japri saya di iyin_188@yahoo.com
    mohon bls..tdk ada teman yg bisa dibuat sharing.
    terima kasih.


    Ririn A
    Surabaya

    ReplyDelete

Berkomentar yang sopan sangat disenangi, komentar spam akan di hapus. Thanks!!