06 January 2011

Koko Head

Koko head merupakan salah satu tujuan wisatawan di Hawaii. Gunung dengan ketinggian 1.208 kaki, untuk mencapai puncak pendaki mesti menaiki 1408 anak tangga. Ternyata bukan hal yang muda mendaki gunung dengan melewati anak tangga, saya pribadi lebih memilih naik gunung dengan jalan-jalan setapak.

View puncak Koko Head dari anak tangga 1

Pendakian ke Koko head kali ini, kami berangkat ber 6; saya, mba Endri, mba Isma, mba Surmi, Pak Arnold dan pak Ipul. Mba Endri udah ke tiga kalinya ke Koko head sementara kami berlima, baru pertama kali. Janjian ketemu di bus stop jam 8 pagi, berangkat dengan bus 1L tiba di bus stop daerah Hawaii Kai masih mesti jalan sekitar 30 menit sebelum mendaki.

Cukup ramai juga yang mendaki pagi ini, kebanyakan wisatawan dan beberapa penduduk yang menjadikannya ajang olah raga, berlari naik-turun koko head. Bahkan kami bertemu dengan seorang kakek yang usianya sekitar 60 tahun, berlari ke puncak koko head selama 15 menit. Normalnya sih (kalo gak pake acara pingsan) kita bisa mencapai puncak 30-40 menit.

300 tangga pertama, kami masih segar, masih kuat. Tapi mencapai tangga 500 saya dan mba Isma mulai ngos-ngosan, pak Arnold dan mba Endri setia mendampingi kami. Mba Surmi dan pak Ipul sudah melaju ke atas, benar-benar hebat mba Surmi, ibu 3 anak sangat cepat dan kuat mendaki.

Mencapai tangga ke 700, perasaanku mulai gak enak. Jantung berdetak kencang, keringat dingin mulai saya rasakan, penglihatanku pun berkunang-kunang. saya langsung duduk di pinggir tangga, mba Endri dan mba Isma berusaha memijat tangan antara ibu jari dan telunjuk saya, pak Arnold memijit punggung saya. Mba Endri juga memberi minum dan muffin, tapi saya hanya bisa makan sedikit, tiba-tiba saya muntah 2x. Setelah itu perasaan saya mulai enak, mungkin kurang lebih 15 menit kami berhenti. Pemanasan sedikit, trus melanjutkan perjalanan. Coba mencari tau penyebabnya, ternyata karena saya minum air es. Saya merasa menggigil :(

Melanjutkan perjalanan, namun di tangga ke 950, perasaanku gak enak lagi, dan yang ini lebih parah karena penglihatanku udah berkunang-kunang dan perasaanku dingin banget. Mba Endri, mba Isma dan Pak Arnold berusaha membuat saya tidak kehilangan kesadaran, padahal saya sama sekali sudah tidak melihat wajah mba Endri yang tepat di hadapan saya. Kesadaranku makin hilang, pendengaranku pun saya rasa terganggu. Mba Endri memukul-mukul tangan saya, mba Isma memijit punggung saya dan pak Arnold mengguyurkan air di kepalaku. Perlahan-lahan kesadaranku pulih, dan semangat lagi. Mencoba menaiki sisa tangga, dan alhamdulilah bisa mencapai puncak.

Sampai puncak, langsung semangat foto-foto perasaan gak enaknya langsung ilang. Pengalaman tak terlupakan, bukan hanya karena pingsannya he..he tapi lebih karena bisa mencapai puncak koko head.




Kebetulan aku dapat video di youtube yang diambil Juli 2010


0 comments:

Post a Comment

Berkomentar yang sopan sangat disenangi, komentar spam akan di hapus. Thanks!!