02 September 2011

Sekolah di Kindergarten

Tiga minggu sudah Abila sekolah di kindergarten, Alhamdulilah Abila menempati kelas yang lumayan banyak di minati orang tua murid. Bukan karena kelas unggulan, tapi gurunya merupakan guru favorit dari 4 kelas kindergarten yang ada.

Lumayan banyak juga perbedaan ketika dia masih preschool. Ketika masih di preschool, saya bisa mengantarnya lebih awal karena kelas di buka sejak jam 7.00. Jadi kalau saya ada kerja pagi, lumayan tenang karena dia sudah bisa di sekolah jam 7.00 am. Pulangnya pun jam 5.00 sore. 

Berbeda halnya di kindergarten, aturan yang ada, anak tidak boleh di tinggal sebelum 7.50 am (tepat saat bel untuk berbaris berbunyi). Alasannya, jika terjadi hal-hal yang tidak di inginkan misalnya anak jatuh pihak sekolah tidak akan bertanggung jawab. Pulang sekolah juga lebih awal, jam 2.00 siang. 

Perbedaan kedua, masalah makan. Dulu ketika preschool, mereka duduk manis di meja dan guru akan membagikan makanannya, sehingga ketika menu makanan adalah pork dan sejenisnya, guru akan mengganti lauk yang lain buat abila, apakah itu turkey atau ikan. Karena aturan di preschool, tidak boleh membawa makanan dari luar.

Di kindergarten, siswa di haruskan ke cafetaria, mengambil makanan sendiri sehingga jika menunya pork tidak akan ada alternatif lain. Untungnya tiap bulan, kita diberi list menu untuk makanan mereka. Jadi setiap ada list baru, saya akan memberi tanda khusus hari di mana menu yang di sajikan saya curigai adalah pork (misalnya corndog,peperoni pizza). Ketika menunya pork, saya menyiapkan makanan dari rumah untuk abila bawa menggunakan luchbox. Oiya, siswa kindergarten dan elementary school boleh bawa makanan dari rumah.


Pelajaran mereka memang masih standar, di ajar yang dasar-dasar. mengenal huruf dan angka, mewarnai, mereka juga punya kelas komputer sekali seminggu masuk lab komputer, ada kelas olah raga, sekali seminggu meminjam buku di library. Dan khusus buat anak-anak yang bahasa inggris bukan merupakan bahasa ibunya, mereka di beri kursus gratis sekali seminggu untuk belajar bahasa Inggris (tidak wajib).

Kegiatan setelah sekolah pun ada, tinggal memilih mau yang mana. Bisa belajar musik, olah raga, atau main simpai, dll. Biasanya setelah jam sekolah (jam 2 pm - 5 pm), halaman sekolah ramai dengan anak-anak bermain. Ada yang main bola, main basket, main simpai, main lompat tali. Sehingga saya pun nyeletuk, dulu saya selalu berpikir anak-anak dinegara maju tidak ada yang main seperti itu mereka hanya bermain komputer dan game..he..he, ternyata saya salah.


Hal lain yang menarik sekolah disini adalah, tidak adanya perbedaan/sekat antara anak normal dengan yang keterbelakangan mental ataupun punya cacat baik fisik ataupun mental. Awalnya saya tidak menyadari hal itu, hanya saja saya perhatikan di kelas Abila ada seorang anak yang kadang histeris tanpa sebab yang jelas. Lama kelamaan saya perhatikan, ternyata dia tidak mampu bicara sempurna, mungkin autis karena dia tidak begitu perhatian dengan sekelilingnya. 

Ternyata dari 4 kelas kindergarten ada 3 kelas yang masing-masing diisi satu anak yang 'kurang' seperti yang saya jelaskan di atas.  Saya pun berkesimpulan, cara ini diberlakukan karena disini aturan diskriminasi sangat ketat. Saya mengambil positifnya, buat anak-anak 'normal' mereka tidak akan merasa asing jika bertemu dengan orang yang memiliki cacat, dan buat anak yang cacat akan tetap merasa nyaman berada di lingkungan manapun.


hal lain yang saya pelajari adalah, anak-anak disini tidak dilatih untuk bersaing. Lomba mewarnai bahakn tidak pernah sekalipun saya lihat. Yang ada tugas mewarnai yang mereka lakukan di sekolah, tidak ada nilai yang di berikan misalnya 10 atau 8 atau 7. Apapun yang mereka lakukan, mereka akan diberikan gambar happy face di lembaran hasil kerja mereka dantetap mendapat pujian dari guru "good job, good girl, good boy, nice color" dan masih banyak pujian lainnya. Hanya hasil kerja mereka itu, akan di taruh dalam folder dan di bawa kerumah sekali seminggu untuk diperlihatkan pada orang tua, nah disini tugas orang tua lagi yang mencoba mempoles dimana kekurangan dari hasil kerja anak.

0 comments:

Post a Comment

Berkomentar yang sopan sangat disenangi, komentar spam akan di hapus. Thanks!!