ePrivacy and GPDR Cookie Consent by Cookie Consent KOTAK BINTANG

27 November 2025

Dialog Sunyi Dengan Papan Catur

Biasanya, Minggu pagi Ahdan dan Ayzar sudah berlari di bawah matahari lapangan Tala BTP, mengejar bola bersama teman-temannya. Tapi pagi ini berbeda. Mereka memilih menepi, menaruh sepatu bola di rak untuk sementara, dan mencoba sesuatu yang lebih sunyi: turnamen catur junior.

Ahdan dan Ayzar ikut sekolah bola di BTP, latihannya 4x seminggu. Kalau ada turnamen catur, mereka “cuti” dulu dari dunia sepak bola. Termasuk hari ini, ada turnamen sepak bola di Pare-pare dan latihan rutin di lapangan Tala, tapi setelah diskusi kecil, mereka memilih ikut turnamen catur Rektor Cup Unhas. 

Dan saya hanya bisa tersenyum melihat bagaimana dua bocah ini mulai menemukan dunia barunya.

*****

Minggu Pagi di Pelataran Ipteks Unhas

Turnamen digelar di pelataran Gedung Ipteks. Sejumlah anak duduk tenang menatap papan catur; sunyi, tetapi pikiran mereka menjelajah, seolah setiap petak membuka pintu rahasia ke dunia yang tak dicatat di peta mana pun.

Jemari kecil menari di atas papan hitam putih, mengatur strategi seperti meronce bintang-bintang baru di langit malam. Kadang bidak-bidak itu bergerak sendiri dalam imajinasi, kadang waktu berhenti menunggu anak kecil itu menentukan arah semesta.

Setiap langkah bidak adalah dentuman perang, setiap benteng yang tumbang adalah bab baru dalam kisah strategi, kesabaran, dan keberanian dalam diam.


---

“Belajar di mana?”

Rektor Unhas Cup ini turnamen ke lima mereka. Hampir setiap turnamen, selalu ada yang bertanya: Ahdan dan Ayzar belajar catur di mana? Gurunya siapa? Ikut les di mana?

Jawabannya selalu sama, dan saya ceritakan sekalian di sini.

Disclaimer: saya dan bapaknya tidak bisa main catur. Justru bapaknya dikenalkan catur oleh Ahdan dan Ayzar belakangan ini.

Ahdan pertama kali mengenal catur dari kakaknya saat kelas 3 SD. Waktu itu catur hanya sebatas pengganti kebosanan, sama seperti ludo atau ular tangga.

Ketika sang kakak mulai sibuk di SMA dan jarang punya waktu bermain, giliran Ahdan mengenalkan catur ke Ayzar. Saat itu Ayzar berusia 7 tahun, sekitar tahun 2024. Kami membeli papan catur plastik seharga 20 ribu di toko mainan. 

Tapi… ya begitu, akhirnya papan caturnya cuma jadi penghuni setia kotak mainan. Karena sehari-hari mereka tetap anak bola.

---

Turnamen Pertama: Awal Segalanya


Empat bulan lalu, Juli 2025, saya tak sengaja melihat flyer Pekan Olahraga di Mall Nipah Makassar. Ada cabang catur untuk junior. Bapaknya yang langsung kepikiran “Kenapa tidak dicoba?” Akhirnya kami daftarkan mereka.

Hari H, kami berempat berangkat. Banyak anak lain yang terlihat “pro”: membawa papan catur lipat ramping dan jam catur digital. Sementara Ahdan dan Ayzar datang dengan papan plastik bulky yang ternyata tidak sesuai standar pertandingan 😅. Untung ada peserta baik hati yang bersedia meminjamkan peralatannya.


Turnamen menggunakan sistem Swiss 7 babak. Pemegang buah putih wajib menyediakan papan dan jam. Karena turnamen berlangsung dua hari, sepulang hari pertama bapaknya langsung berburu papan lipat—dan hanya beli satu karena harganya lumayan juga ternyata. Jam catur belum dibeli, baru beberapa bulan kemudian Ahdan membeli sendiri dari uang tabungannya via Shopee.

Peserta Catur SD di PON Nipah

Di turnamen pertama itu, Ahdan dan Ayzar belum juara, tapi mereka tampil cukup baik. Dan yang paling menyenangkan, tidak ada rasa sedih sedikit pun. Mereka justru ketagihan dan menunggu turnamen berikutnya. Pulang dari turnamen, mereka mulai rajin main catur lagi setiap hari sepulang sekolah.

Di turnamen itu saya bertemu beberapa bunda yang tergabung di komunitas catur junior di Makassar. Mereka sering latihan bersama dan berbagi informasi turnamen. Saya pun diajak bergabung, dan dari sinilah petualangan catur mereka bermula. 

---

Turnamen Demi Turnamen – Jejak Pertumbuhan yang Terlihat

Turnamen kedua – Agustus.

Diselenggarakan oleh MajuChess. Peserta dicampur SD–SMP–SMA. Pengalaman baru bagi Ahdan dan Ayzar menghadapi lawan yang lebih besar. Banyak pengalaman baru bagi mereka, terutama menghadapi lawan yang lebih besar. Dan luar biasanya, kakak-kakak SMP dan SMA ini ramah—mereka menjawab pertanyaan, bahkan mengajari trik kecil dan melayani tantangan bermain dari adek-adek saat break time. 

Turnamen ketiga – September.

Masih oleh MajuChess, bekerja sama dengan Café Plazgozz. Kali ini peserta dipisah per jenjang. Ahdan berhasil meraih peringkat 6.

Turnamen keempat – Oktober.

Diadakan oleh Percasi Makassar bersama Diaspora Makassar. Pesertanya lebih banyak. Ayzar berhasil meraih peringkat 4. sini saya bisa melihat perkembangan mereka mulai terasa.


Turnamen kelima – 22–23 November. Rektor Cup Unhas.

Sebelum mendaftar, saya sudah infokan bahwa kategori SD–SMP–SMA akan digabung. Mereka tidak gentar, malah semakin tertantang. Target mereka lucu: bukan juara, tapi bisa mengalahkan anak SMP. Dan target itu tercapai 😅.

Selama ini Ahdan dan Ayzar tidak pernah punya guru khusus untuk belajar catur. Mereka main bersama dan main di aplikasi chess.com & liChess. 

Di turnamen ini saya bertemu beberapa anggota UKM Catur Unhas dan cerita banyak. Dari situ muncul keinginan untuk mencoba Ahdan dan Ayzar belajar lebih serius bersama kakak-kakak di UKM Unhas.

---

Next: Turnamen JAPFA

Minggu ini, 30 November, Ahdan dan Ayzar akan ikut turnamen lagi. Kali ini turnamennya cukup besar, karena diadakan oleh JAPFA bekerja sama dengan PERCASI. Setahu saya, JAPFA memang punya program pembinaan untuk atlet catur junior.

Saya selalu percaya, anak-anak bisa tumbuh dengan cara yang paling tidak kita duga. Dari hal manapun. Ahdan Ayzar kebetulan dari papan hitam putih kecil itu, mereka belajar fokus, kesabaran, sportivitas, dan keberanian mencoba hal baru.


Sampai jumpa di cerita selanjutnya

04 December 2024

Ikutan Tes Personal Color di Makassar

1 Desember kemarin saya ikutan personal colour analysis yang di adakan temanbluepink yang bekerja sama dengan Tata. Tata ini salah satu colour personal analyst yang cukup terkenal di Makassar. Saya belum menemukan colour analyst lainnya di Makassar selain Tata. 

Sebenernya sudah lama mau coba, tapi tarifnya bikin dompetku menangis. Nah kemarin ada event yang early bird nya kasih diskon 50%. Plus ada teman berbaik hati ngasih sponsor lagi 50% hahaha. 

Sebelum ikutan, saya taunya personal colour analysis itu hanya sebatas mencari warna-warna yang pas di wajah kita. Tapi ternyata tidak sesimpel itu. 

Sehari sebelum kegiatan, kita di suruh mengisi form apa karakter kita menurut teman dan orang-orang disekeliling kita. 

Ternyata hasil colour analysis ini tidak hanya berpengaruh pada penampilan tapi juga citra personal dan psikologi kita. 

Kemarin, pas selesai acara dan saya up di status ada banyak yang DM tanya, ini apa kah? 
Belajar make up kah? 

Personal colour itu apa? Seperti saat kita menggunakan cushion, bedak, atau foundation pasti kita akan memilih shade yang sesuai warna kulit dan undertone kita. 

Dengan mengetahui hasil personal colour, kita bisa mengetahui lebih dalam warna-warna apa saja yang dapat meningkatkan aura diri kita, bahkan ada warna yang bisa menyamarkan flek, smile line sehingga wajah tidak hanya terlihat cerah tapi juga lebih awet muda. Ada warna yang kalo di pakai justru memperlihatkan pori-pori dengan sangat jelas dan sebaliknya. 

Sistem personal colour yang lagi hits di Indonesia itu ada 2 sistem.  Sistem Korea dan sistem Amerika. Mba Tata ini pake sistem Amerika. Yang saya baca dan liat video-video di internet pada dasarnya sama saja cuman beda di penamaan. 

Biasanya, sistem warna ini diberi nama sesuai nama musim (season), seperti Spring (musim semi), Summer (musim panas), Autumn (musim gugur), dan Winter (musim dingin). Kenapa dinamain pake season? Kalo dari Colour Me Beautiful, the OG color analysis book in the 1980s“We could call your coloring ‘Type A,’, ‘Type B,’ and so on, but comparison with the seasons provides a more poetic way to describe your coloring and your best colors.” Ternyata selain alasan kita sudah punya mental image sesuai dengan musim tersebut (spring = segar, summer = pucat, autumn = earthy, winter = kontras tinggi). (Copas dari sini

Personal colour tes ini, tidak hanya menganalisa warna untuk pakaian, tapi juga asesoris, warna lipstik, warna cat rambut, warna kuku yang sesuai. Bahkan kalo yang privatnya sampai di bantuin menentukan style yang cocok dengan mengukur tulang dada, di bantuin pemilihan frame kaca mata dll. 

Dari hasil tes kemarin, undertone saya ada di Netral to warm padahal selama ini mikirnya netral. Trus untuk seasonnya autumn, dan intensitas toned. 

Intensitas toned ini artinya saya lebih cocok di warna yang lebih gelap. Contoh warna terakota turunan warna orange yang gelap

Setelah tau undertone dan season colour kita, kita akan lebih terarah saat belanja-belanja outfit, lipstik, blushon. Karena sering kali kita suka warnanya pas di beli kok mukanya malah kusam, dan jadilah pakaian/kosmetik itu jadi penghuni abadi lemari. 

Oiya color personal ini, bukan berarti kita dilarang menggunakan warna tertentu yah. Tetap boleh tapi tidak mendekati area wajah. Contoh misalnya jadi bawahan. 

Gambar ini saya ambil dari pinterest, warna-warna yang cocok buat saya yang undertone warm season autum. Dari sini keliatan kalo untuk area dekat wajah saya sebaiknya menggunakan warna-warna muted dan menghindari warna vivid. 

Event kemarin juga di bantu pilih shade lipstick sesuai undertone dan season. Dan kemarin itu Saya baru menyadari kalau memang cocok di warna muted padahal berharap ada di season warna ngejreng hahaha. 

Foto di bawah ini saat pemilihan shade lipstick. Salah satu shade lipstick yang benar-benar buat wajah saya jadi stunning. Warna lipstick tidak dominan dari wajah. 


Sebenernya bisa juga kita ikut tes personal colour via online. Harga lebih murah, kemarin sempat liat iklan, tarifnya 150-an. Kalau mau hasil maksimal, syaratnya kalau di minta foto diri, fotolah dengan bare face di teras atau depan jendela kaca dengan sinar matahari yang cukup. Kalau ilmu photography biasanya di jam 8-10 pagi atau jam 3-4 sore (tergantung cuaca). Jangan foto dengan intensitas cahaya yang kurang atau lebih. Apalagi kalo dalam ruangan tertutup. 

Atau kalau ada yang mau saya jadikan percobaan, bolehlah kita belajar sama-sama 😂