Ini pertama kalinya saya lebaran jauh dari Indonesia, tepatnya di Honolulu - Hawaii - US. Ada rasa kangen dengan suasana lebaran di Indonesia yang begitu meriah, karena disini tentu saya tidak akan mendapatkannya. Jumat 10 September 2010, masyarakat disini tetap beraktifitas seperti biasa karena bukan hari libur beberapa teman yang memiliki anak meminta izin untuk tidak masuk sekolah pada hari itu. Sementara beberapa teman yang kuliah dengan sangat terpaksa tidak bisa bergabung bersama-sama teman muslim lainnya merayakan lebaran.
Lebaran di adakan di manoa park, takbir di mulai sekitar jam 8 pagi. Shalat Ied di laksanakan jam 9.30 am. Umat muslim dari berbagai negara menyatu,sehingga keberagaman sangat nampak khususnya dari pakaian yang di gunakan saat shalat. Khusus untuk mukenah, yang menggunakannya hanya muslimat dari Indonesia dan Malaysia. Muslim dari Arab, menggunakan gamis, dan ada beberapa muslimat juga yang bahkan menggunakan pakaian lengan pendek.
yang pakai mukenah ini, asli Indonesia
Muslimat dari negara lain
Yang menggunakan kursi itu, buat yang tidak mampu shalat berdiri
Setelah shalat Ied dan khutbah selesai, acara ramah tamah dengan semua umat muslim. Saling bermaafan, saling kenalan, sambil makan donat dan susu yang disediakan oleh panitia.
snack setelah shalat
Donat..... Yummi
Teh susu hangat, pas dengan suasan yang dingin
Anggota kampung melayu, Indonesia - Malaysia
Selain dari pakaian yang berbeda, juga yang paling terasa adalah takbiran. Di bawah ini saya posting video takbirannya.
Jam 5 subuh, saya dan 3 adik perempuanku segera bangun. Ada yang membantu mama menyiapkan makanan untuk di santap selepas shalat Ied, ada yang beres-beres rumah dan sebagian yang lain mandi mengingat kami berenam harus bergantian mandi di 1 kamar mandi. Saya empat bersaudara plus mama dan papa. Si-bungsu dan saya memilih mandi terakhir sambil memasak air untuk di gunakan mandi. Si bungsu yang alergi dingin terpaksa harus mandi air hangat bila tidak ingin tubuhnya penuh biduran saat berangkat shalat Ied maklum kampung saya sangat dingin. Saya sendiri memilih mandi air hangat bukan karena alergi tapi lebih pada rasa tidak suka mandi air es, yah air di kampung saya sangat dingiiiinn jangankan subuh siang terik saja serasa mandi air es.
Jam 6.30, berangkat ke lapangan tempat di laksanakannya Shalat Ied. Sepanjang jalan telah banyak juga yang berjalan berkelompok. Masing-masing menggunakan baju andalannya. Shalat Ied berlangsung kurang lebih 1 jam. Selepas khutbah, saling bersalaman memohon maaf. Begitupun sepanjang jalan pulang, setiap yang di temui saling bertegur sapa dan saling bermaafan.
Tiba di rumah, sungkeman sama papa karena di lapangan tadi tidak sempat ketemu. Sungkeman selesai, waktunya menyantap masakan mama: burasa, sokko, bundu-bundu, sup ayam, ayam tumis kecap, ayam tumbuk saos cabe..mmm betapa nikmat rasanya. Selesai bersantap, saatnya ke rumah nenek. Di sana telah berkumpul semua sepupu, tante, om. Rumah nenek ini, memang jadi rumah induk.
Ahhhhhhhh tanpa kusadari mata ini berkaca-kaca mengingat ritual yang hampir tiap tahun kami lakukan di rumah kami, di sebuah kampung yang jauhhh dari hiruk pikuk kota. Ditambah mendengar suara takbiran MP3 diatas yang merupakan suara takbiran khas yang tak akan kutemui disini.
Mama...papa....anakmu saat ini memang jauuuuhhhhh di belahan benua lain, tapi hati ini bersama kalian. Berlebaran disana. I miss U mama,Papa, & My sisters!!!!!!!