ePrivacy and GPDR Cookie Consent by Cookie Consent KOTAK BINTANG: curhat
Showing posts with label curhat. Show all posts
Showing posts with label curhat. Show all posts

17 October 2010

Bayi Kejang Tanpa Demam #3 (selesai)


Cerita sebelumnya ada disini dan disini.

lanjut yah ceritanya.
Sambil menunggu hari untuk EEG, saya dan suami terus mencari info soal ini. Dan kami sedikit terkejut ketika di sebuah artikel menyatakan bahwa tanda-tanda yang dimiliki anak saya merujuk ke epilepsi atau yang terparah tumor batang otak. Oiya saya lupa menceritakan kalau anak saya sering muntah muncrat seperti air mancur, hal ini juga sempat di tanyakan oleh dr P Nara sehingga menyarankan kami untuk melakukan tes EEG terhadap anak kami. Sungguh saat itu perasaan saya dan suami sangat stress, tak hentinya saya bertanya mengapa harus putri kami.

15 October 2010

Bayi Kejang Tanpa Demam #2

Cerita sebelumnya disini

Sejak itu, saya selalu was-was khawatir kejang itu datang lagi. Disisi lain, saya semakin giat mencari tau tentang kejang tanpa demam ini baik melalui internet ataupun mencari buku. Hasilnya kurang memuaskan buat saya pribadi dan 10 hari setelah kejadian itu, sang bayi kejang lagi. Hari itu Jumat jam 12 siang, sejak pagi dia sedikit rewel. Sebelum kejadian, saya sedikit memaksanya makan dan dia menolak dan menangis, belum reda tangisnya kubuka bajunya karena telah kotor akibat makanan, dia semakin menjerit histeris dan kemudian kejang. Saat kejadian, ada suami dan sang nenek yang menyaksikannya. Saya tak lagi panik, mencoba membuatnya senyaman mungkin sementara papa dan neneknya sangat panik karena untuk pertama kalinya mereka lihat.

Kejadian ini berlangsung singkat, sama kejadian pertama tidak lebih dari 5 menit dan setelah itu dia akan tertidur pulas. Setelah bangun, kami membawanya ke dsa yang lain dari dsa sebelumnya. Kali ini dsa menyarankan saya untuk memeriksakan sang bayi ke dsa ahli neurologi dr. P Nara, sayangnya sang dsa ini tidak tau alamat ataupun tempat praktek dsa yang di maksud. Saya mulai mencari alamat sang dokter, melalui internet dan buku telepon. Saya menemukan no telepon rumahnya, coba saya hubungi tapi katanya sang dokter lagi ke luar negeri.


14 October 2010

Bayi Kejang Tanpa Demam


Sebenarnya ini kejadian 3 tahun lalu, lumayan enggan untuk mengingatnya kembali tapi saya juga merasa terpanggil untuk share disini. Hal ini di karenakan saat putri saya mengalaminya, saya sangat kesulitan mencari informasi tentang ini baik melalui artikel, internet. Setiap kali mencari informasi, kebanyakan yang saya peroleh adalah kejang demam.

Kejadian ini berlangsung tepatnya 27 Maret 2007, usia putri saya 8 bulan ketika itu.  Saat itu dia lagi pilek ringan akibat alergi. Pilek karena virus dan alergi tentu ada bedanya, nanti coba ku posting di saat lain. Saat itu dia sedang bermain di baby walkernya, baru sekitar 10 menit yang lalu melambaikan tangannya saat papanya berangkat ngajar, dan tiba-tiba saja tubuhnya kaku, tak ada gerakan. Saya sangat panik, pikiran buruk melintas begitu saja. Saya yang tak tahu apa-apa hanya memeluk erat putriku padahal seharusnya ini tidak boleh dilakukan karena semakin mempersulit pernafasannya. Saya hanya teriak-teriak memanggil adik dan ipar saya menyuruh segera menelepon suami saya.

Tapi berkali-kali di telepon, suami tak mengangkatnya. Itu kebiasaan dia, saat mengendara motor tak akan di hiraukan siapapun yang menelepon. Saya mewanti-wanti ipar saya untuk terus menelepon, toh pasti dia akan mengangkatnya jika vibra HP di kantongnya tak berhenti.

Sementara itu, saya yang panik dan bingung segera meletakkan putriku di atas kasur. Dia tak kaku lagi, tapi tertidur pulas, kejadiannya sangat cepat tapi sangat terasa lama buat saya tak sampai 5 menit. Saat bayiku tertidur pulas, suami pun menelepon sebelum dia sampai di tempat kerja. Mungkin dia merasa ada yang emergency sehingga teleponnya tak berhenti bergetar. Ipar saya hanya mengatakan, pulanglah dulu-anakmu lagi kurang sehat. Suami masih ingin bertanya, tentu dia heran karena saat berangkat, anaknya baik-baik saja. Tapi  adiknya hanya menyuruhnya segera pulang, EMERGENCY!!!

Sebelum suami sampai rumah, putriku terbangun dan seolah tak pernah ada kejadian apa-apa sang bayi bermain dan bernyanyi seperti biasa. Dalam hati dan pikiran saya menyimpan banyak tanya. Saat suami sampai rumah, yang tersisa hanyalah cerita. Tapi saya masih penasaran, kami coba membawa putri kami ke dsa di salah satu apotek cukup terkenal di daerah Bumi Tamalanre Permai, Makassar. Tapi sungguh sangat menyebalkan penjelasan dsa, dsa hanya mengatakan anak saya alergi debu dan tak boleh makan bubur home made karena kurang bergizi dan kurang bersih, gak boleh pakai bedak tabur dan di tuliskannya resep dengan isi beberapa obat yang digabung jadi puyer, salah satu merk bubur instan bayi, salah satu merk bedak bayi. Dsa tak memberi banyak waktu buat bertanya karena antrian panjang beberapa anak yang sakit telah menunggu. Saya hanya menebus puyer (waktu itu masih jaman jahiliyah..saya belum gabunng milis), bedak dan bubur tak ku tebus tak masuk akal aja rasanya.
continued..........

Terpaksa tulisan ini ku potong dan mesti ku buat jadi 2 atau 3 postingan, karena setelah kutulis ternyata sangat panjang

06 September 2010

Ramadhan yang Akan Beranjak Pergi

Ramadhan tersisa 4 hari lagi, entah tiba-tiba ada rasa sedih yang berkecamuk dalam hati. Mungkin karena sebentar lagi lebaran, dan untuk pertama kalinya harus melewati malam Idul Fitri tanpa mendengar takbiran keliling seperti ritual hidup selama 29 tahun terakhir.

Puasa ramadhan di Indonesia, dengan penduduknya mayoritas muslim tentunya suasana ramadhan sangat terasa. Tiap sahur, hampir semua tempat ada sekelompok anak muda yang berkeliling kompleks membunyikan tiang listrik, kentongan atau malah panci masak untuk membangunkan warga sekitar. Bila tiba waktu iftar, ritual khas di kampung saya yaitu menunggu ko' alias sirene berbunyi sebagai tanda iftar.

Hal unik dan dirindukan juga yaitu munculnya pedagang dadakan di hampir sepanjang jalan, yang menawarkan beraneka ragam jajanan untuk berbuka puasa. Suasana ramadhan lainnya yaitu warung makan, restoran banyak yang tutup. Kalaupun ada yang buka seperti KFC misalnya, mereka memasang tirai sebagai bentuk penghargaan terhadap umat muslim yang menjalankan ibadah puasa.

Nah bagaimana menjalankan puasa ramadhan di tengah minoritas muslim? Hal ini yang membuat ramadhan kali ini sungguh sangat berkesan buat saya sehingga menyisakan cerita yang lain dari ramadhan-ramadhan sebelumnya. Ramadhan kali ini bertepatan dengan summer di United States, sehingga cuaca sangat panas dan waktu siang yang lebih panjang di banding malam. Hal lain yang membuat puasa disini lebih memiliki cerita dan makna tersendiri buat saya pribadi adalah karena kita berpuasa di tengah orang yang asyik makan, minum, wanita-wanita yang berpakaian mini dan menggoda iman sang lelaki yang sedang berpuasa..he..he.he.

Dan yang pasti...mall-mall disini tidak ada antrian panjang dan manusia yang berdesak-desakan mencari pakaian buat lebaran dan massiara.

Apapun itu, semoga Allah menerima amal ibadah puasa kita. Semoga kita masih di pertemukan dengan Ramadhan berikutnya dalam keadaan sehat wal afiat. Amin ya rabbal alamin.
Honolulu, 26 Ramadhan 1431 H

14 August 2010

Ribetnya Sakit di Amrik - 2


Cerita sebelumnya.... klik here

Masalah tagihan pemeriksaan dokter mata sudah terkirim ke pihak asuransi. Saat pemeriksaan mata itu, suami juga harus menebus resep obat tetes mata seharga $60, setelah itu kami coba mengirim struck dan copy resepnya ke pihak asuransi dengan harapan dapat ganti (60 dullar bo'....) . Seminggu kemudian pihak asuransi mengirim imel untuk mengisi form dan mempertanyakan RX recipes, dengan segera kami membalasnya.

Besoknya ada lagi surat tagihan datang, kali ini datang dari dokter emergency di rumah sakit pertama kali suami datangi pas kejadian itu. Tagihannya sebesar $194, woahhhhh. Bingung awalnya, ini tagihan dokter mana lagi? Kita coba telepon ke rumah sakit mempertanyakan tagihan kami dan di jawab sudah beres alias kami tidak punya tunggakan. Kami pun coba telepon ke dokter yang bersangkutan, oleh pihak administrasi yang menerima telepon mengatakan bahwa dokter ini yang menangani suami pas pertama kali datang alias sebelum di panggilkan dokter spesialis mata. Kami pun membayar tagihan ini dan mengirimkan copy surat tagihan plus copy cek ke pihak asuransi, dengan harapan besar dapat ganti dari asuransi.

Beberapa hari kemudian ada lagi surat dari asuransi datang, kali ini surat mengenai penggantian biaya beli obat. Bukan cek yang datang melainkan surat beserta form (lagi-lagi) yang harus di isi dan di kirim lagi (dullarnya kapan datangnya...??????)

Ke esokan harinya ada lagi surat yang datang, yang ini nyuruh ngisi form lagi beserta tagihan sebesar $1300. Tagihan ini datang dari pihak klinik untuk pihak asuransi, pihak asuransi mengirimkan kami copiannya, dan menyuruh kami mengisi form tentang urutan kejadian kecelakaan itu.

Setelah semua selesai, dikirimlah via pos. Sampai saat ini belum ada kejelasan tentang dullar-dullar itu, baik yang udah kami keluarkan maupun tagihan dari klinik mata apakah di terima or di reject.

Coba di Indonesia, datang periksa ke dokter langsung ke kasir dan bayarannya pun gak semahal ini. Jadi ingat pas saya harus di operasi kecil gara-gara bintitan. Besok deh postingannya, judulnya Bintitan.

10 August 2010

Ribetnya Sakit di Amrik

Pertengahan bulan Juli kemarin suami sempat dapat accident di lapangan badminton yang menyebabkan kerusakan pada pupil matanya sampai sekarang. Pupil mata kiri tidak bisa mengecil sehingga terasa sakit ketika terkena paparan sinar matahari.

Ternyata kalimat "kalau di amrik, usahakan jangan sakit" yang sering jadi bahan candaan teman bukan cuma isapan jempol. Sungguh ini pengalaman yang membuka mata betapa super duper ribetnya berurusan dengan pihak asuransi kesehatan disini.

Menyambung cerita sebelumnya, ketika suami sudah tiga kali bolak balik dokter datanglah telepon dari klinik dokter mata yang mengatakan kalau pihak asuransi tidak mengcover pemeriksaan suami selama tiga kali dengan alasan asuransi suami tidak mengcover pemeriksaan mata dengan begitu tagihan akan di alamatkan ke tempat kami. Shock juga dengar kabar ini, total yang kami harus bayar kurang lebih $900 padahal kalau dilihat pemeriksaannya cuman di tetesi obat dilihat pakai kaca pembesar trus pulang tidak sampai 20 menit tiap kali datang kontrol.

Kamipun coba telepon ke pihak klinik bahwa untuk kontrol berikutnya kami minta di cancel saja dengan alasan kami hanya student dan tidak punya kelebihan finance untuk membayar semuanya. Mereka menolak, dan berkata kami coba diskusikan dengan dokter.

2 jam kemudian, mereka telepon lagi, kalau kami dapat discount jadi total yang kami harus bayar kurang lebih $400. Angka segitupun masih bikin puyeng, tapi saya bilang ke suami ikhlaskan, yakinlah Allah sedang punya rencana indah buat kita.

Ke esokan harinya secara tidak sengaja saya chat ama mba Ida, teman disini juga (udah lama disini), dan saya pun curhat soal masalah asuransi itu. Nah mba Ida cerita ke suaminya, suaminya telepon ke kita dan menyarankan supaya kami telepon pihak asuransi untuk komplein dan menjelaskan kalau ini emergency bukan pemeriksaan reguler atau untuk pasang kaca mata.

Suamipun langsung telepon ke pihak asuransi, mempertanyakan hal ini dan alhamdulilah pihak asuransi bersedia mengcover biaya tersebut (tanpa discount tentunya).

Tapi masalah belum selesai, masih soal pembayaran dari pihak asuransi. Saya cerita di postingan berikutnya yah....kepanjangan soalnya kalau diterusin disini..he..he

Btw, selamat menyambut bulan suci Ramadhan buat segenap friends link dan guess blog ini.

09 June 2010

Pulang!

Beberapa hari ini hampir setiap kali chat atau telepon ke Indo ditanyain:
kapan pulang?
eh katanya mau pulang yah tahun depan? 
emangnya suaminya sudah selesai?
katanya 5 tahun, baru 2 tahun kog udah mau pulang?


Pulang, belum ada terbersit rencana untuk itu (soalnya kalo pulang belum tentu bisa balik sini lagi, jadi gak mau pulang dulu ahhh...he...he..he malah ngawur http://www.smileycodes.info)

06 May 2010

Hanya Butuh Waktu


Kali ini mau cerita soal artis blog ini, siapa lagi kalo bukan our little angel "Abila Fauziyah Agussalim". Ini tentang perkembangannya di sekolah.

Sebelumnya pernah cerita gimana minggu pertama Abila sekolah disini, juga soal makanan disekolahnya disini. Awalnya begitu susah, bukan cuma buat Abila tapi juga buat saya dan suami.

Mengingat kembali gimana awalnya Abila ogah untuk sekolah setelah 3 hari bersekolah dan tidak merasa nyaman akibat merasa asing dengan teman, guru, bahasa, makanan dan lain-lain. Setiap pagi saya harus mendengar kata-kata mau sekolah tapi mama temani disekolah. Setiap hari saya mengantarnya kesekolah dan tinggal menemani Abila sarapan sampai jam 9.00, jam 11.30 saya harus kembali lagi kesekolah buat menemaninya makan siang sekaligus menjemputnya karena  Abila tidak ingin tidur siang di sekolah. Ketika saya telat sedikit datang menemaninya makan siang, saya akan mendapatinya menangis menghadapi makanannya. Saat itu kadang saya berpikir, sampai kapan Abila akan seperti ini.

01 May 2010

Ribetnya Beli Kontak Lensa di Honolulu

Kemaren sehabis dari ngantar Abila sekolah, saya dan suami jalan-jalan ke Ala Moana Shopping Center salah satu mall yang lumayan terkenal di Honolulu. Ke ala moana rencananya mau nyari kontak lensa.

Sampai di ala moana ternyata baru beberapa toko yang buka, kami pun ke coffe bean buat ngopi sambil nunggu toko pada buka.

Ngopinya selesai, kita nyari optik. Masuk keluar optik tanyain kontak lensa ternyata disini beli lensa kontak gak segampang dan semurah di Indonesia, dari 5 optik yang kami datangi semuanya gak menjual kontak lensa secara bebas seperti di Indo.

27 April 2010

Tempert Tantrum 2 (selesai)

Tantrum pertama kali yang diperlihatkan Abila, membuat saya bingung harus berbuat apa. Kejadian di mall itu tidak singkat, kami memaksa diri pulang meskipun dia sedang menangis keras. Sepanjang perjalanan mungkin karena capek dia tertidur di motor, tapi sampai rumah dia melanjutkan tangisnya. Teriak-teriak keras, saya hanya diam melihatnya. Dia menangis 1 jam lebih membuat matanya bengkak. Saya agak lupa, gimana caranya saat itu dia bisa diam.

Keseringan tantrum mulai Abila perlihatkan saat papanya berangkat ke US, dia bisa menangis sampai 1 jam tanpa berhenti. Awalnya saya membujuknya, capek membujuk memukul (hal yang tidak seharusnya saya lakukan), kemudian mendiamkannya. Satu yang saya lihat, saya apakan pun dia tidak akan berhenti. Dia akan berhenti ketika dia capek dan ingin berhenti. Biasanya ketika dia capek, dia akan datang sendiri pada saya sambil menghapus air matanya "ma..saya sudah tidak menangis".

26 April 2010

Temper Tantrum



Bagi anda yang pernah atau sedang memiliki anak usia 3-5 tahun, mungkin tau bahkan mungkin pernah anaknya mengalami temper tantrum. 

Tempert tantrum ini merupakan luapan emosi anak yang tidak mampu di kelolanya. Sehingga berakhir dengan tangis, teriak, berguling-guling di lantai, melempar barang-barang dan lain-lain. Usia anak yang mengalaminya bervariasi, ada yang sejak usia setahun, ada yang menjelang 3 tahun.

11 April 2010

Sahabat


Sahabat datang dan pergi kadang menghianati
Begitupun rasa cinta kadang mengecewakan
Kita punya harga diri kadang terpendam dihati
Dan kita punya hati nurani kadang tertimbun mati
 (slank)

Teruntuk : Kalian yang menamakan diri "sahabat"

09 March 2010

Sedih PR nya NA

Awalnya aku buat blog hanya sekedar tempat buat ku menulis tentang hal yang terjadi disekelililngku. Spesial buat perkembangan "my little princess" Abila. Tapi semakin lama utak-atik blog jadi tau yang namanya google page rank alias PR. Jadinya aku tertarik juga untuk terus mempercantik dan mencari PR yang tinggi buat blog ini.

Tapi sudah hampir 3 minggu PR blog ini NA alias Not Available, meskipun aku belum pernah ngerasain PR diatas nol, tapi NA ini bener-bener bikin sakit hati. Padahal aku coba search di google site ini masih sering nongol untuk keyword tertentu. Liat dari statistic juga banyak pengunjung yang datang dari hasil browsing di google. Cek di webmaster tools juga aman. 

02 February 2010

Kangen




Tiba-tiba merasa kangeeeen banget sama mama papa. Coba telepon mereka Free Avatars, mumpung di disana masih jam 6 pagi takutnya mereka keburu pergi pasar.

Alhamdulilah keadaan mereka sehat wal afiat........, gak puas cuman telepon. aku buka file foto-foto mama papa. Tak terasa mata ini berkaca-kaca...

Kangeeeen tapi harus tetap kuat disini.





28 January 2010

Rindu Untuk Diperhatikan

Sudah tiga hari ini, aku selalu merasa kesal. Adaaaa saja yang buat saya gondok.....,Angry Emoticons Angry Emoticons. Jadi malas ngapa-ngapain. Muka di tekuk....