16 November 2009

Akhirnya VISA J2 ku di Approve Bagian 2 - Habis


....Cerita sebelumnya disini
  
Menyebrangi lapangan basket, lurus saja dari pintu pagar menuju ruangan berpintu kaca. Diruangan kecil saya dimintai KTP oleh seorang penjaga perempuan berseragam (seperti seragam polisi), sebelumnya saya memberitahu kalo saya sudah ada jadwal interview dari aminef. Setelah perempuan berseragam itu melihat KTP saya dia memberikan badge untuk saya gunakan masuk pada ruang interview. 


Saya di minta untuk menitipkan HP dalam keadaan off, trus tas saya di lewatkan pada pemeriksaans X Ray. Dari ruangan kacil ini menuju ruang interview di sebelah kanan dari ruang pemeriksaan. Lagi-lagi suasana dan ruangannya tidak seseram yang saya baca pada postingan di beberapa blog yang pernah saya baca sebelumnya. So far saya masih enjoy


Sampai di ruang interview jam 13.30, saya coba mengingat kata-kata ibu adeline "sampai di ruang interview duduk pada tempat non imigran". Mata saya mencoba mencari tulisan NON IMIGRAN tapi tidak menemukannya.


Melihat seorang ibu duduk sayapun mencoba bertanya. Dia pun menunjuk ke beberapa kursi yang besebrangan dengan tempat dia duduk. Sayapun pergi ke tempat yang di maksud. 


Saya duduk sendiri pada tempat non imigran. Mata saya kesana kemari melihat isi ruangan, mulut saya komat-kamit baca doa, sementara jantung saya berdetak tak menentu. kurang lebih 20 menit sepasang suami istri masuk, usia bapak itu sekitar 60-an istrinya mungkin 3-4 tahun lebih muda dari suaminya. 


Mereka duduk di deretan kursi yang sama dengan saya. Tak lama kemudian ibu itu mengajak saya cerita. Dia cerita sudah beberapa kali keluar negeri, Arab, Eropa, Amerika. Saya mencoba menjadi pendengar yang baik, sesekali mengomentari ceritanya, sesekali senyum . Tapi saya terus mencoba konsentrasi berdoa, karena jantungku masih berdetak tak karuan.

Tiba - tiba telinga saya mendengar sebuah nama di pengeras suara "miss Murtafiah, loket 4 pliz" saya tergesa-gesa berdiri menuju loket yang di maksud. Dibalik kaca seorang perempuan bule agak gemuk rambut kriwil sebahu mengatakan sesuatu (menggunakan mikrophone ). Saya melongo tidak mengerti sementara jantung saya berdetak semakin tidak karuan ....... Bule ini senyum dan berkata "bahasa indonesia?" dan saya pun tersenyum mengangguk. Bule ini bicara lagi "letakkan empat jari kiri, empat jari kanan, jempol, dua jempol" Dalam hati saya berkata ooooo disuruh fingerprint. 


Setelah fingerprint saya dipersilahkan duduk lagi untuk menunggu panggilan interview.

Saya mencoba menenangkan perasaan dan pikiran saya. Duduk lagi di tempat semula ,  ibu yang tadi melanjutkan lagi ceritanya. Mencoba beri saya nasihat apa saja yang harus saya bawa kalo jadi ke US nanti (interview visa aja belum udah nasehatin bawa bumbu pecel...he..he).


Kurang lebih 20 menit nama saya di panggil lagi di loket 12. Seorang perempuan bule tinggi kurus , rambut agak panjang. Dari balik kaca dia bertanya dalam bahasa indonesia

Bule (B) : Suaminya kuliah jurusan apa?
Saya (S) : Hubungan Internasional
B : Nantinya berapa tahun di sana?
S : 4 sampai 5 tahun
B : Ada Kartu keluarganya?
S : Ada, sambil memberikan KK asli lewat bawa kaca
B : (Memperhatikan KK sejenak) Abila Laki-laki atau Perempuan?
S : Perempuan
B : Tapi di KK tertulis Laki-laki (sambil memperlihatkan KK saya dibalik kaca
S : (dalam hati bergumam, Astagfirullah setelah sekian lama punya KK saya baru tau kalau disitu Abila berjenis kelamin laki-laki) Tapi dengan gesit saya memperlihatkan akte lahir Abila dan mengatakan Kartu Keluarga itu salah.
B : (Melihat akte lahir abila) jadi Kartu Keluarga ini salah?
S : iya
B : Tunggu yah, saya kopi dulu kartu keluarga dan akte lahir ini. Saya langsung down dan berpikir saya gagal mendapatkan visa ini. Jantung saya tidak berdetak kencang lagi, saya sudah pasrah. 
Bulenya datang
B : Ini saya kembalikan (sambil memberikan kartu keluarga dan akte lahir abila, kemudian dia diam matanya tertuju pada komputer di sampingnya) OK, sejauh ini tidak ada masalah. Anda tinggal di sulawesi?
S : iya
B : Silahkan datang ambil visanya, Senin tanggal 9 November. Sambil menyerahkan dua lembar kertas putih
S : Terima kasih

saya pun pergi meninggalkan ruang interview. Ingin rasanya teriak "YES, VISANYA DI APPROVE"!!!!!!!!!!!!!!!!!

saya mengambil HP yang saya titipkan dan meninggalkan kedubes US dan terus tersenyum sepanjang jalan

Perjuangan ini benar-benar sempurna. Thanks GOD!

Terima kasih spesial buat mama dan papa di kalosi dan soppeng, buat suami tercinta atas doa dan dukungannya, buat ibu Adeline dan staf aminef jakarta atas waktu, petunjuk, informasi dan bantuannya.

Buat teman-teman dunia maya (kapan yah bisa kopdar):

  • Pak Iskandar Zulkarnain (IZUL) dan istri-Puspita Maharani at NY atas sharing informasinya, copy bank statement dan DS nya. Thanks sudah mau berbagi ilmu pada saya. Pak izul, saya suka sekali dengan kata-katanya "Ilmu untuk di bagi bukan untuk di miliki"
  • Mba Helen at Florida, thanks buat curhat-curhatnya, buat info-infonya, buat waktunya untuk jawab imel-imel saya.
  • Mba Lala at Atlanta, makasih mba lala atas infonya juga buat ilmunya bikin blog....


Update 23 April 2010
Untuk pengisian DS156-158 secara online mulai tidak berlaku tapi di ganti dengan DS 160. Mulai berlaku 1 Mei 2010. Untuk jelasnya bisa dilihat disini.

0 comments:

Post a Comment

Berkomentar yang sopan sangat disenangi, komentar spam akan di hapus. Thanks!!