27 June 2010

Demam dan Batuk

Senin malam yang lalu sekitar jam 10 malam, Abila tiba-tiba menggigil kedinginan. Tangan dan kakinya dingin tapi bagian tubuh yang lain sangat panas, hidung tersumbat dan batuk berdahak. Saya coba menyelimutinya, menggosokkan minyak telon di telapak tangan dan kakinya kemudian mengukur suhu tubuhnya, 38 derajat celcius. Karena suhu tubuhnya belum mencapai 38.5 saya belum memberikan obat penurun panas.


"Demam merupakan masalah yang sering menimpa anak kita dan tidak sedikit kita-kita sebagai orang tua mudah panik sehingga langsung ke dokter anak dan berharap agar cepat sembuh.  Sebenarnya kalau kita tahu apa itu demam dan cara mengatasinya, tidak selalu kita harus ke dokter loh"                        ~dr.Purnamawati S Pujiarto, SpAK, MMPed~

Pertama saya hanya coba kompress menggunakan air hangat, sesekali saya beri air minum, susu, dan teh hangat. Seperti itu guideline yang saya dapatkan saat ikut PESAT yang diadakan milis sehat. Cerita tentang Pesat dan milis sehat bisa dilihat disini

Saat Abila tertidur, saya coba lagi buka arsip guideline untuk anak demam dan batuk. Sebenarnya udah sering baca bahkan kalo ada ponakan sakit dengan lancarnya saya menjelaskan tapi giliran anak sendiri sakit, jadi merasa kurang yakin dan mesti meyakinkan diri dengan membaca kembali arsip-arsip yang ada.
  • Ruangan dijaga agar tidak panas, pasang kipas angin. Anak memakai baju yang tidak tebal
  • Ekstra cairan, Minum sering:
  • Air, air sup, jus buah segar yang dicampur air, es batu, es krim
  • Bila sering muntah atau diare, beri minuman elektrolit: pedialyte, oralit
  • Biarkan anak memakan apa yang dia inginkan, jangan dipaksa. Hindarkan makanan yang berlemak, makanan yang sulit dicerna.
  • Tepid sponging (kompres air hangat) (sumber http://milissehat.web.id/?p=621)
  • Obat penurun panas diberikan saat suhu tubuh 38.5C  atau anak merasa kurang nyaman/uncomfortable.
Setelah beberapa jam, suhu tubuhnya makin naik mencapai 39.4C. Saya mulai membujuknya minum parasetamol generik yang saya bawa dari Indo. Kurang lebih 30 menit kemudian, suhu tubuhnya mulai normal tapi batuk masih menganggu tidurnya.



Siangnya suhu tubuhnya diatas 37C tapi dia tidak lemas, tetap bermain. Hanya saja malas makan, jadi saya hanya memberinya 2-3 suap makanan tapi selang tiap 2 jam apakah itu cereal, roti, nasi, buah, dan biskuit.

Malamnya suhu tubuhnya naik lagi 39.2C batuknya pun makin parah dan juga muntah. Tapi saya tidak begitu panik karena saya pikir yang dia muntahkan adalah dahaknya. Cuman karena sering muntah Abila jadi takut makan dan minum, nanti muntah katanya. Jadi mesti pintar-pintar ngakalin biar dia mau makan dan minum.

Rabu sore, sudah tidak demam lagi tapi batuk dan muntah makin sering. Otomatis saya harus sering juga menambah asupan cairan dan makanan, sedikit-sedikit tapi sering. Kamis pagi dia sudah mulai merasa nyaman, sudah minta sarapan dan melahapnya sampai habis. Siangpun begitu, sekarang sisa batuknya itupun tak lagi parah. Alhamdulilah ya Allah.



image from http://rasaid.blogdetik.com/files/2009/12/fever-child.gif

8 comments:

  1. Demam dan batuk sering menimpa anak-anak dan orang dewasa, lebih-lebih di awal musim penghujan atau awal pergantinan musim. Artikel ini menjadi panduan yang praktis untuk mengatasinya. Trims sharingnya.

    ReplyDelete
  2. thanks herdoni udah mampir disini.

    iya nih, sekarang lagi banyak yang pilek karena pergantian musim.

    ReplyDelete
  3. Salam kenal
    Setelah membaca postingan ini saya jadi mendapat pengetahuan baru tentang kesehatan, terimakasih sudah share informasinya

    ReplyDelete
  4. Pengalaman serupa pernah menimpa anak saya 3 minggu lalu. Saya sempat panik, karena kebetulan ada anak tetangga yang terkena DB. Saya bawa ke dokter, dikasih obat dan semacamnya. Tapi panasnya belum juga turun. Yang khawatir ada beberapa bintik di tubuhnya. Saya bawa lagi ke dokter dan test darah. Alhamdulillah, bukan DB, tapi tipus katanya (sama berat juga sebetulnya). Yang jadi soal, putra saya yang baru mau masuk TK itu termasuk "pemakan sagala makanan". Bayangkan, sehari setelah dinyatakan tipus, anak saya pengen rujak tumbuk. Biar nangis saya larang. Sekarang sudah sehat dan kembali menjadi pemakan segala makanan.

    ReplyDelete
  5. @Arus Rasyid:Ya..begitulah kita orang tua pasti akan panik kalau buah hati kita sedang sakit

    ReplyDelete
  6. wah kebanyakan begadang itu mbak....to mungkin udaranya lagi ga beres...

    ReplyDelete
  7. @memory: emang cuaca saat itu lagi gak bersahabat...

    ReplyDelete

Berkomentar yang sopan sangat disenangi, komentar spam akan di hapus. Thanks!!