24 June 2010

[Review Buku] Mencari Tepi Langit

"Satu-satunya yang dia sesali dari terlahir sebagai perempuan adalah produksi air mata yang berlebihan. Kenapa pula kelenjar satu itu gampang sekali terangsang pada mata berbulu lentik?"
Ini salah satu kalimat yang buat saya tersenyum-senyum saat membaca buku ini, dan ada banyak lagi kalimat yang lain.

Mencari tepi langit, sebuah buku karya Fauzan Mukrim alumni Komunikasi FISIP Universitas Hasanuddin Makassar yang sekarang bekerja di Trans TV.

Buku ini bercerita tentang seorang lelaki bernama Senja yang berprofesi sebagai wartawan. Dan di buku ini banyak kisah bagaimana seorang wartawan dalam meliput berita misalnya mengenai GAM dan tsunami di Aceh. Namun alur cerita tidak membosankan bahkan justru sebaliknya karena cerita di bumbui oleh cerita "sedikit" romantis antara Senja dan Horizon Santi.

Selain kisah Senja dan Horison Santi, dibuku ini yang saya suka adalah cerita yang menggambarkan suasana kampus Unhas, pantai Losari, beberapa kuliner khas Makassar seperti coto, sop saudara yang membuatku ingin berada di sana saat ini juga. Tak lupa cerita mengenai kopi toraja, kopi kesukaan saya dan segera membuatnya secangkir sambil melanjutkan membaca buku ini.

Sayangnya buku ini begitu tipis sehingga tak butuh waktu lama buatku untuk menyeruputnya, namun tak merasa menyesal sedikitpun memesan jauh-jauh dari Indonesia. Tapi berharap banyak, semoga ada Mencari Tepi Langit 2.



Karena satu dari setiap luka 
                          membawamu bertemu cinta


0 comments:

Post a Comment

Berkomentar yang sopan sangat disenangi, komentar spam akan di hapus. Thanks!!