16 June 2010

Minggu Pertama ESL Kelas


Postingan beberapa waktu lalu saya bercerita mengenai tes untuk penempatan level di ESL kelas, buat yang belum baca bisa di lihat disini. Dua pekan setelah saya ikutan tes, waktu kursus pun di mulai. Kelasnya berlangsung senin sampai kamis, sementara untuk jam nya bisa kita pilih. Saya memilih kelas yang mulai jam 11.15 - 02.15, karena pagi mesti ngantar si kecil sekolah dan beres-beres rumah.

Ada rasa nerves yang saya rasakan. Tapi setelah beberapa saat, perasaan saya jadi menyatu dengan teman-teman sekelas dan guru. Guru kami namanya Kristina, asal Virginia, orangnya asik dan saya suka dengan metode mengajarnya. Dia jarang menggunakan text book, tapi lebih ke kebiasaan sehari-hari. 

Teman-teman sekelas saya, awalnya 12 orang tapi setiap hari selalu bertambah dan sekarang sekitar 20 orang dari berbagai negara ada Filipina, Thailand, Korea, Jepang, China, Iran, Taiwan yang paling banyak dari Korea. 

Paling tua di kelas kami bernama Mr. Koo, usianya mungkin sekitar 60 tahun dan sudah 10 tahun di Honolulu. Sementara yang paling lama di Honolulu yaitu selama 38 tahun adalah Edna, usianya sekitar 50 tahun. Ada beberapa juga yang sudah lama di Amerika tapi dari state lain misalnya New York, California tapi di Hawaii  sekitar 5-7 tahun. Sementara yang termuda usia 20-an, berasal dari China. Danyan namanya, baru 3 bulan di Honolulu.

Yang membuat saya semangat untuk tiap hari datang ke kelas ini karena saya betul-betul merasa belajar speaking meskipun dengan bahasa dan grammer yang kacau balau. Mau tidak mau saya harus berbicara dalam bahasa Inggris untuk bersosialisasi dengan teman lainnya tanpa merasa malu untuk di tertawakan karena kami merasa sama. Sama-sama belajar bahasa Inggris, sama-sama kekurangan vocabulary, punya keterbatasan yang sama sehingga tidak jarang dari kami kalau saat break saling komunikasi harus menggunakan body language ataupun gambar untuk menjelaskan apa yang ingin kami sampaikan..ha...ha..ha

Setiap selesai kelas, sepanjang jalan pulang saya senyum-senyum sendiri dengan percakapan yang kami lakukan untuk mengenal satu sama lainnya. Tapi saya justru merasa inilah cara belajar yang lebih natural.

Juga yang menarik buat saya adalah teman-teman sekelas saya yang sudah tua, yang anaknya sudah PhD, sudah punya cucu tapi mereka punya semangat untuk belajar. Sangat aktif di kelas, seperti hari ini ketika teacher menyuruh kami untuk persentase di depan kelas tentang apa saja. Saya begitu kagum dengan semangat mereka untuk belajar, apalagi yang dari korea, Jepang dan China yang sangat susah untuk mengucapkan kata-kata dalam bahasa Inggris.

Saya sangat senang bisa gabung di komunitas ini meskipun setelah kursus ini saya tidak yakin bisa berbahasa Inggris secara baik apalagi fluently/lancar, atau menggunakan kata-kata dengan tepat karena buat saya English tidak sesimpel rumus kimia untuk menentuka mol suatu unsur, atau tata nama senyawa karbon ....hi..hi...hi




image from http://2.bp.blogspot.com/_lq83xUi03gw/SSkKDKyqcWI/AAAAAAAAALo/ioNOhW7vV6w/s200/smile-icon.png

2 comments:

  1. betul tu......susah sekali klu belajar bhs inggris...hehe...

    ReplyDelete
  2. @Derri: sama yah, ngerasa susah juga...he...he

    ReplyDelete

Berkomentar yang sopan sangat disenangi, komentar spam akan di hapus. Thanks!!