09 June 2010

Pulang!

Beberapa hari ini hampir setiap kali chat atau telepon ke Indo ditanyain:
kapan pulang?
eh katanya mau pulang yah tahun depan? 
emangnya suaminya sudah selesai?
katanya 5 tahun, baru 2 tahun kog udah mau pulang?


Pulang, belum ada terbersit rencana untuk itu (soalnya kalo pulang belum tentu bisa balik sini lagi, jadi gak mau pulang dulu ahhh...he...he..he malah ngawur http://www.smileycodes.info)

Teman-teman yang lain banyak yang pulang ke Indo tiap semester atau tiap tahun, seperti summer kali ini hampir 90% pulang liburan. Kami sendiri memilih untuk stay disini, soalnya saya baru 5 bulan yang lalu nyampe. Juga lebih berfikir hemat, soalnya kita kan bertiga . Bayangin berapa dollar yang harus di keluarkan buat tiket return belum lagi sewa apartment yang mesti tetap di bayar tiap bulannya http://www.smileycodes.info. Liburan di Hawaii aja deh "beach to beach".


Rencana pulang ke Indonesia belum terpikirkan oleh kami, semua unpredictable alias tidak dapat di prediksi. Semua tergantung study suami. Rencananya sih suami akan research di Indonesia ,jadi kemungkinan kita akan pulang setelah selesai courswork + selesai proposal + selesai ujian kompre. Jadi saat ini coba ikut arus saja.


Ada sedikit cerita atau catatan yang saya copas (copi paste) dari salah seorang blog teman, bercerita bagaimana kuliah PhD di Amerika. 


Sedikit Cerita Tentang Kuliah Pasca Sarjana di Amerika Oleh Philips Vermonte


Beberapa teman pernah bertanya-tanya tentang serba serbi kuliah di Amerika. Jadi saya bikin saja notes ringan ini. Sebelum mulai notes ini, ada baiknya saya ceritakan sedikit background bagaimana program pasca sarjana ilmu sosial diselenggarakan di Amerika, minimal di tempat saya kuliah. Ia agak berbeda dari apa yang dijalankan dalam British system (misalnya di Inggris dan Australia). Di Australia misalnya (saya dulu menempuh program master di Australia dengan keberuntungan mendapat beasiswa), secara umum di kampus-kampus Australia seorang mahasiswa PhD langsung 'diceburkan' ke dalam penulisan disertasi. Begitu mulai program, bisa langsung mulai menulis proposal disertasi, tentunya dengan bimbingan seorang profesor.

Tidak demikian dengan umumnya kampus Amerika. Seorang mahasiswa PhD harus mengikuti kuliah (coursework) selama kurang lebih 2 atau 3 tahun, belajar teori dan metodologi. Setelah selesai coursework, seorang mahasiswa PhD harus lulus ujian komprehensif tertulis dan lisan yang mengujikan mata kuliah-mata kuliah yang telah diselesaikan selama 2 atau 3 tahun itu.



Setelah lulus ujian komprehensif, baru kita diperkenankan membuat proposal dan menulis disertasi. Kalau gagal dalam ujian komprehensif, seorang mahasiswa PhD diberi kesempat mengulang hanya satu kali di semester berikut. Kalau masih gagal, ditendang keluar dari program.


Buat yang pengen baca versi lengkapnya bisa di klik disini.





Image from http://1.bp.blogspot.com/_NhxfwhHnuog/Sq8uvx8QrGI/AAAAAAAABsU/QEewhDgPBeE/s400/mudik.gif

2 comments:

  1. salam kenal mbak ita...
    kita akan tetanggaan ya dlm minggu depan hehe
    smga kedatanganku bisa mengobati rindu untuk pulang :-)

    ReplyDelete
  2. Yeeee, asyik-asyik anggota kamfun melayu nambah lagi. Jadi tambah rame deh kita

    ReplyDelete

Berkomentar yang sopan sangat disenangi, komentar spam akan di hapus. Thanks!!