17 October 2010

Bayi Kejang Tanpa Demam #3 (selesai)


Cerita sebelumnya ada disini dan disini.

lanjut yah ceritanya.
Sambil menunggu hari untuk EEG, saya dan suami terus mencari info soal ini. Dan kami sedikit terkejut ketika di sebuah artikel menyatakan bahwa tanda-tanda yang dimiliki anak saya merujuk ke epilepsi atau yang terparah tumor batang otak. Oiya saya lupa menceritakan kalau anak saya sering muntah muncrat seperti air mancur, hal ini juga sempat di tanyakan oleh dr P Nara sehingga menyarankan kami untuk melakukan tes EEG terhadap anak kami. Sungguh saat itu perasaan saya dan suami sangat stress, tak hentinya saya bertanya mengapa harus putri kami.

Dan hasil EEG pun keluar dengan hasil abnormal tempookspital bilateral.*IED +multifokal terutama di temporal bilateral. Dokter tidak menjelaskan secara detail tentang hasil ini, beliau hanya mengatakan saraf motoriknya sedikit terganggu, tak ada yang perlu di cemaskan. Tak ada tumor batang otak, mengenai epilepsi sang dokter pun tak banyak komentar. 

Saya menanyakan tentang obat yang harus putri saya konsumsi, sang dokter mengatakan tidak perlu. Kami pulang tanpa resep, sedikit lega karena ternyata putri kami baik-baik saja menurut sang dokter tapi kepala saya dipenuh tanda tanya. Apa sebenarnya yang terjadi, sang dsa pun tak banyak bicara. Mungkin karena dia sudah begitu tua sehingga malas berbicara..he..he (apa hubungannya yah). 

Tapi saya pun kagum dengan dokter ini, dia punya buku yang tebal dan sedikit usang. Buku ini untuk mencatat setiap kejadian saat pasien datang seperti sebuah rekam medic, jadi buku ini banyak menolong ingatannya. Setiap kali kami datang, dia akan mencatat tgl kedatangan kami, sakit apa, obat apa yang dia berikan, berapa dosisnya, BB pasien.
Satu setengah bulan setelah kejang ke tiga, sang anak kejang lagi, masih tanpa demam. Waktu itu saya baru saja memandikannya, dan belum sempat ku pakekan baju tiba-tiba penjual sayur langganan lewat. Saya minta tolong pada suami untuk memakaikannya baju dan saya segera ke depan buat beli sayur, tapi saat lagi milih-milih tiba-tiba suami teriak memanggil saya. Sayaa segera memasukkan stesolid ke rektalnya, dan tidak berapa lama kejangnya pun berhenti. Kali ini kami tak lagi membawanya ke dsa, seperti sarannya. Katanya nanti jika terjadi kedua-ketiga kalinya.
4 bulan  kemudian, putri saya kejang lagi, masih tanpa demam, kuberikan lagi stesolid rektal yang memang waktu itu diresepkan 2 buah oleh sang dokter. Sebelum kejadian, sang anak sejak pagi rewel, dan kejang terjadi saat dia hendak memegang CPU computer dan dilarang maka kejadian lagi deh. Kali ini hendak membawanya ke dsa tapi sang dokterlagi ke Eropa, jadi mesti menunggu 2 minggu kemudian.
Saat ketemu dengan dsa nya tanggal 24 September 2007, kali ini dsa berinisiatif memberikan depaken (asam valproic) 2x1.5 ml sehari yang akan dikonsumsi sampai 2 tahun. Dsa mewanti-wanti agar tidak sampai lupa memberikannya, jika terjadi kejang lagi maka harus mulai dari awal lagi, artinya konsumsi depaken dua tahun sejak kejang.Sungguh sebenarnya tak tega memberikan obat ini, tak tega memberi zat kimia dalam tubuhnya setiap hari.

Tiap 3 bulan, kami harus kontrol ke dsa sekaligus menaikkan dosis obat ini. Obat di hentikan bulan Februari 2009, jadi putri saya hanya mengkonsumsi selama 1.5 tahun. Dsa menghentikan karena putri saya tak pernah lagi kejang, Alhamdulilah.

Mungkin ada yang bertanya, apa pengaruh yang nampak pada putri saya akibat kejang tanpa demam yang terjadi  5x itu. Jawabannya adalah, sesuai kata dokter, putri saya mengalami sedikit gangguan pada saraf motoriknya sehingga putri saya terlambat berjalan (usia 14 bulan), keseimbangan kurang bagus sampai usia 3 tahun. Dia gampang jatuh, saat teman seusianya sudah mampu melompat, berlari dia masih sering jatuh ketika berlari kecil. Tapi dari segi yang lain, alhamdulilah dia bisa berkembang sesuai umurnya. Saat usia 1. tahun dia sudah bisa melafalkan 1-10, usia 2 tahun sudah sangat lancar berkomunikasi.

Saat ini putri saya berusia 4 tahun 3 bulan, tepat 3 tahun 1 bulan saat kejang terakhirnya. Setiap waktu kami mencoba melatih motoriknya, keseimbangannya. Dia seorang anak yang lincah, sudah bisa berlari, manjat, sudah mengenal semua huruf, sudah bisa penjumlahan dan pengurangan dalam skala kecil. Semoga Allah senantiasa memberi nikmat kesehatan untuknya....amin.

UPDATE 21 MARET 2016
Saya sudah sangat jarang membuka blog ini, buat pembaca blog yang ingin bertanya silahkan email saya ke ita_gazali@yahoo.com

23 comments:

  1. amin ...semoga sehat selalu...

    ReplyDelete
  2. Dear mba Ita,
    Saya seorang ibu dari seorang putri bernama Dita (7bln) yang mengalami hal yang sama seperti pengalaman mba ita. interval kejang 1 dan ke 2 adalah 10 hari. Hasil EEGnya abnormal (sy lupa apa nama embel2nya) hanya empat lembar dan sedikit sekali menurut dsanya.
    dsa sudah memberikan depaken 2 x 1,25ml pada saat kejang pertama, dan dinaikkan menjadi 3 x 1,25ml pada saat kejang ke dua. semoga anak saya juga baik2 saja seperti putri mba. Oya bagaimana dengan makanan? adakah yang harus di pantang? oya, sy pengen ngobrol bisa japri saya ke ncis.maniez@gmail.com

    ReplyDelete
  3. * Anonymous: Terima kasih atas doanya, barakallah.

    *Soul of me : Maaf bunda Dita, aku telat balas commentnya. Aku udah kirim imel ke mba. silahkan cek inbox. thanks udah mampir disini

    ReplyDelete
  4. Ibu Ita, terima kasih sudah share pengalamannya di blog ini. Karena saya juga agak kesulitan menemukan info tentang kejang tanpa demam di internet, kebanyakan kejang demam. Kalau boleh saya minta alamat email nya bu...anak saya juga kejang tanpa demam sudah 3 kali dan ingin share lebih banyak...boleh email ke butet_558@yahoo.com Thanks ya Bu..

    ReplyDelete
  5. makasih bu atas share pengalamannya....oya saya ibu dari seorang putri yang sudah kejang 3 kali tanpa demam dan ingin share lebih banyak dgn ibu. terimakasih banyak atas kesediaan ibu untuk email ke dea.alif83@yahoo.co.id thanks ya buk setidaknya sekarang saya lebih bisa tenang walau perasaan was2 itu selalu muncul saat anak sya tiba2 terdiam atau agak rewel.

    ReplyDelete
  6. Dear mbak Ita, terima kasih saring ya... Seminggu yg lalu putri saya kejang tiba tiba, sampai saat ini saya tidak bisa tenang, selalu khawatir, ingin sharing jika berkenan ke rhiens_punya@yahoo.com

    ReplyDelete
  7. Dear mbak ita, thanks sharingnya. Rasanya pasti lega setelah si kecil ga kejang lgi n stop minum depakene. Anak saya 4 thn msh minum depakene n topamax sampai sekarang sejak umur 9 bulan. Saya ingin sharing, mbak. Jika berkenan, silahkan ke eillennmellissa@gmail.com

    ReplyDelete
  8. mbak boleh minta email addressnya

    ReplyDelete
  9. Mbak Ita,,,mgkn telat sekali saya berikan comment,saya nemu blog mbak ini jasa misteri Google,,,klo boleh mbak tlg Add Skype Ku u mbak @ shellonaland ataw ym aku d_shellonna@yahoo.com

    Baby Ku br 3m jg punya gejala yg sama,aku mau bnyk tanya mbak,,,makasih sblmnya

    ReplyDelete
  10. dear mba ita

    saya seorang ibu,,kemarin anak saya juga mengalami kejang tanpa demam itupun jg hitungan detik...3 hari yg lalu..hingga saat ini pun saya kembali ke kantor tp perasaan saya masih khawatir terhadap putri saya yg usia nya 1,5 thn
    kalau boleh saya minta sharing dan saran nya..
    Laila_adam79@yahoo.com
    terimakasih

    ReplyDelete
  11. Mbk ita, sy seorng ibu yg jg prnh mnglmi hal yg sm, anak sy yg ke2 jg kejang tnp demam,, dan itu trjdi saat usiany 4 bln, dan sdh 2x opnme. Obat yg diberikan jg sm (depaken), dan hrs diminum 1 th lmanya. Tp saat itu sy, ragu utk mmberikannya, krn tkut ada efek yg tdk baik utk prkmbangan sikecil. Akhirnya sy memutuskan utk mmbawa anak sy terapi ke ahli syaraf. Alhamdulillah... dngan beberapa terapi, (tnpa mnggunakan obat kimia sdktpun), anak sy ada perubahan scra drastis. Dlm arti, setiap demam tnggi sklipun, ank sy tdk prnh lgi kejang. Dan smp skrg, anak sy tmbuh sehat tnpa kejang,, yg dulunya sering skli mncul tnpa diduga. Ini pngalaman sy,,,, skdar share aja, jd tdk hrs dgn obt kimia anak kt bs disembuhkan, dgn terapy syaraf dan obat2an herbalpun, ank kt jg bs sembuh. Tntunya dgn keyakinan dan doa dr para bunda jg. Smga cerita sy ini, bs bermnfaat bg bunda2 lainnya, yg mngalmi hal yg sma dgn saya. Terima ksh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bu Kiki anak saya juga mengalami masalah yang sama. Kalo boleh tahu terapi apa yang ibu berikan? Atau tidak keberatan bisa ym dengan saya di hendrik_widjaya@yahoo.com. Terima kasih BU

      Delete
    2. bu ita dan bu kiki anak saya.di usia 8 bulan mengalami hal yang sama.. boleh minta no contact atau pin bb di japri ke email saya bu ciayo_riri@yahoo.co.id saya mohon bantuannya untuk share ya bu...tks

      Delete
    3. Saya agak jarang buka blog, buat yg ingin bertanya/share pengalaman silahkan di imel saya ita_gazali@yahoo.com

      Delete
    4. Susah gimana mba? Aku tiap hari buka email

      Delete
    5. mbak Kiki n mbak Ita maaf boleh minta alamat email nya, anak saya juga kejang beberapa kali tanpa demam, ingin share lebih lanjut, trims mbak mbak, ini alamat email saya : eyes_of_sparks@yahoo.com

      Delete
  12. Mba kalo selain imel ada yang lain engga, kyanya email sy yg agak kacao sy pgen bgt naya2 mba sekarang anak sy juga sedang program minum obat anti kejang 2 tahun

    ReplyDelete
  13. Mbak, anak saya sore td step tanpa demam. Saya khawatir banget mbak. Tlg dishare pengalaman nya ke email saya ya mbak. Alamatnya t.taufikhidayat@gmail.com. Oh ya, skitar sbulan yg lalu anak saya itu jg step, tp dengan demam. Usianya hampir 9bln mbak. Makasih ya mbak

    ReplyDelete
  14. Assalamualaikum Bu Ita ,
    Saya Siska , Ibu dari Anak bernama Safhira.
    Saya mau share sekaligus bertanya,,
    Anak saya punya riwayat kejang dan mengkonsumsi penobarbital sebagai terapi kejangnya. Ini sudah berlangsung selama 2tahun 8bulan sesuai umurnya.
    Entah kenapa saat anak saya umur 2tahun 4bulan anak saya mendadak kejang. Kejangnya pun saat dia tidur dan diawali muntah . Akhirnya dibawalah ke rumah sakit dan diberi obat melalui anus.
    2bulan kemudian anak saya kembali mengalami kejang dengan keadaan yg sama,, tanpa panas, muntah dan saat tidur. Dilarikan lagi ke rumah sakit dan diberi obat yg sama pula. Dan lagi, 2bulan kemudian anak saya mengalami kejang yg serupa.
    Saya bingung atas apa yg terjadi dengan anak sya.
    Bu Ita, apakah saya harus sedia obat yg dimasukan ke rektal anak saya ?
    Dan apakah aman Bu ??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maap ibu, saya baru sempat lagi buka blog jadi baru sempat liat komentarnya ibu.
      Silahkan tinggalkan alamat emailnya, nanti saya kirim email ke ibu.

      Delete

Berkomentar yang sopan sangat disenangi, komentar spam akan di hapus. Thanks!!