25 March 2013

(Ketika) Ibuku Kena Stroke

Beberapa bulan tersimpan sebagai draft, akhirnya tulisan ini bisa kuselesaikan.

Minggu 25 September 2011, Pagi waktu Honolulu. Seperti kebiasaan rutin di hari libur, bangun tidur kemudian shalat dan langsung berselancar di dunia maya. Saat buka Facebook, dibagian inbox ada notifikasi merah ternyata pesan dari adikku "Segera menelpon, penting!" Tapi karena saat saya baca pesan di Indonesia masih jam 3 subuh, saya harus bersabar menunggu beberapa jam kedepan.

Setelah menunggu beberapa saat, saya coba menelpon adik saya. Ternyata saya harus mendengar kabar bahwa ibu saya terserang stroke 3 hari lalu. Sungguh saya benar-benar merasa sedih. Saya tak mampu berbuat apa-apa. Hanya bisa menangis dan mengutuk keadaan, tiba-tiba ingin pulang saat itu juga. Kalut menyelimuti hati dan pikiran, tak mampu rasanya berpikir jernih. Saya mencoba menenangkan diri beberapa saat, kemudian menelpon lagi. Kali ini saya coba bicara dengan ibu, yang saat itu di rawat di rumah sakit kabupaten. Mencoba tenang dan berusaha tidak menangis memberinya semangat, bahwa yang di butuhkan penderita stroke itu adalah semangat untuk sembuh. Bahwa stroke itu datang seperti petir pulang seperti siput.


Tiga hari di rawat di rumah sakit kabupaten, ibu saya kemudian di rawat di stroke center Jl Lanto Dg Pasewang 34 Makassar. Kedua adikku yang merawat ibu, bahkan adikku yang ketiga terpaksa resign dari kerjanya demi merawat ibu. Saya hanya bisa menelpon tiap hari menanyakan perkembangan ibu.


Hampir sebulan di stroke center, ibu pun keluar. Mencoba pengobatan alternatif. Setelah beberapa minggu beliau memutuskan pulang kampung. Tidak banyak perubahan secara fisik yang kelihatan. O iya,  tipe stroke yang menyerang ibu saya adalah stroke iskemik yaitu aliran darah ke otak terhenti karena aterosklerosis (penumpukan kolesterol pada dinding pembuluh darah) atau bekuan darah yang telah menyumbat suatu pembuluh darah ke otak.

Ibu saya tidak mengalami gangguan pada bicaranya, muka/mulut pun tidak miring. Efek dari stroke itu terhadap ibu saya, sisi kanan tubuhnya kaku dan tidak bisa di gerakkan sama sekali. Sehingga semua kegiatannya butuh bantuan orang lain, mulai dari buang air kecil, mandi, makan, berjalan bahkan shalat pun masih shalat tidur karena Ibu belum tahan duduk lama.

Bulan pun berganti, ibu masih saja di kampung. Kadang ada yang fisioterapi di rumah sekali seminggu di kombinasikan dengan pijat. Ibu berjalan pun masih harus di papah. Kami sepakat untuk tidak memberinya tongkat ataupun kursi roda, kami khawatir dia akan tergantung dengan alat-alat tersebut. Ibu pun masih minum obat dari dokter terutama obat penurun tekanan darah, obat pelancar darah, di tambah dengan obat-obatan herbal seperti propolis kemudian berganti xamthone (masih di konsumsi sampai sekarang), rebusan daun-daun, jus buah, jus sayur utamanya labu siam.

Delapan bulan pasca stroke barulah saya balik ke Indonesia, saya ajak ibu tinggal di Makassar beberapa lama. Mencoba fisioterapi, akupunktur dan tetap minum obat dokter. Perlahan ibu saya memperlihatkan kemajuan, Ibu sudah mulai mandi sendiri, makan dengan tangan kanan meskipun masih sangat kaku. Sekarang genap 1 tahun 6 bulan pasca Ibu terserang stroke, Ibu masih rajin akupunktur 2x seminggu. Tiap pagi naik turun tangga, joging kecil, melatih menulis. Buat saya, ibu sangat semangat untuk sembuh semua itu terlihat dari perkembangan kegiatan fisik yang dia lakukan dari waktu ke waktu. Ibu saya sudah pulih 80%, sekarang ini dia masih sangat merasa berat di bagian pinggul kanan sehingga jalannya lambat. Untuk bagian tangan kanan, sudah bisa di gerakkan sendiri ke atas, ke samping tinggal otot jemari yang masih lemah. Semoga dalam waktu dekat ibu saya bisa pulih 99%. Amin

4 comments:

  1. Sedih memang jika ada orang tua kita yg tekena stroke. Almarhum ayah saya juga terkena stroke :(
    Mudah2an lekas diberi kesembuhan ya mba buat ibu nya....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih mba Santi atas doanya, Amin.

      Delete
  2. Di makassar fisioterapi dan akupunturnya dimana mba?

    ReplyDelete

Berkomentar yang sopan sangat disenangi, komentar spam akan di hapus. Thanks!!