21 March 2016

Kue Lontong Paris

Lama vakum menulis di blog, tiba-tiba dapat moment yang pas untuk mengisi lagi blog ini. Ceritanya saya pengen gabung di klub berani baking (KBB). Salah satu syarat untuk bisa di terima di klub ini yaitu calon anggota harus bisa melewati 2 tantangan resep. Tantangan akan di kirim ke email kita berupa "surat tjinta" yang berisi resep yang harus di taklukkan (hihihi lebay amat sih bahasanya).

Nah hasil bakingnya itu boleh di posting di blog buat yang punya, trus di setor ke admin. Buat yang tidak punya blog bisa kirim laporan via email berupa cerita + foto hasil bakingnya.

Berkali-kali dapat surat tjintah dari KBB saya terpaksa harus pending karena saat itu lagi hamil besar dan mood bakingnya lagi jongkok. Setelah Melahirkan, dan sekarang bayinya udah hampir 2 tahun, semangat lagi masak-masaknya. Jadi lontong paris ini merupakan tantangan pertama yang saya lakukan untuk gabung di kbb.


Awal bulan Maret ini, tiba-tiba dapat surat tjinta lagi trus tantangannya KBB#51 kuker klasik "lontong paris". Di daerah saya lontong paris ini lebih di kenal dengan nama kue kurma. 

Susah-susah gampang juga untuk melewati tantangan ini. Susahnya karena saat niat saya untuk ikut tantangan ini sudah full, bahan & alat sudah siap ehhh Ahdan (23m) malah demam+bapil. Yah terpaksa kerjanya dicicil sampai 4 hari. 

Hari pertama saya sangrai kacang & cincang kasar secara manual, karena tak punya foodprocessor seperti yang tertera dalam resep, kalau pakai blender pasti hasilnya sangat halus.

Hari kedua, istirahat karena si kecil demam+batpil+rewel.

Hari ketiga, saat si kecil tidur saya mulai buat adonan, di bentuk trus di panggang. 

Hari keempat baru aku tambahkan karamel dan kacang cincang. Berikut resep dari kbb #51

Lontong Paris
(Bunda Yusnawati)

Adonan:
250 gram        margarin
200 gr              gula halus
2 bh                 kuning telur
2 sdm              susu bubuk
1 sdm              meizena
Vanili               secukupnya
400-450 gram tepung terigu, ayak

Lapisan Karamel:
Gula pasir
Kacang tanah kupas kulit, sangrai, cincang/haluskan dengan food processor (saya cincang secara manual).
Letakkan dalam wadah.

Cara:
  1. Kocok margarin dan gula halus hingga pucat tapi tidak terlalu putih. Masukkan kuning telur, kocok. Masukkan tepung terigu, meizena, dan susu bubuk, vanili sedikit demi sedikit. Aduk rata dengan spatula. 
  2. Pulung adonan dengan plastik hingga berdiameter sebesar jari. Potong sepanjang 5 cm atau sesuai selera. 
  3. Panggang 160oC selama 30 menit atau hingga matang. Dinginkan. 




Cara membuat lapisan caramel (hari berikutnya):
  1. Lelehan gula pasir beberapa sendok makan dengan api kecil dalam wajan kecil. Biarkan gula meleleh dan berwarna keemasan. Aduk perlahan. Selanjutnya masukkan kue kering satu persatu dan balurkan dengan karamel hingga semua bagian kue tertutup karamel. 
  2. Segera gulingkan kue berbalut karamel ke wadah berisi kacang cincang.
  3. Diamkan hingga dingin. Angkat.
  4. Setelah pakai, wajan dibilas dengan air panas hingga bersih. Ulangi pembuatan karamel.
  5. Ulangi pembuatan karamel dan pembaluran kacang.


Kendala yang saya hadapi itu pas membalurkan kue kedalam karamel. Mesti cari tipsnya nih...hihihi.


Oiya....Lontong parisnya laris manis karena cookies ini salah satu kegemaran pak suami 😀.


0 comments:

Post a Comment

Berkomentar yang sopan sangat disenangi, komentar spam akan di hapus. Thanks!!