ePrivacy and GPDR Cookie Consent by Cookie Consent PAKET COD MISTERIUS ~ KOTAK BINTANG

30 July 2026

PAKET COD MISTERIUS

Hari ini ada kejadian yang cukup mengagetkan. 

Menjelang pukul 12 siang, saya menerima pesan WhatsApp yang mengabarkan bahwa ada kurir yang akan mengantarkan paket COD senilai kurang lebih Rp150.000.

Saya langsung mencoba mengingat-ingat. Paket apa, ya? Seingat saya, saya tidak sedang memesan apa pun, apalagi dengan metode COD.

Belum sempat membuka aplikasi Shopee untuk memastikan apakah ada pesanan yang saya lupa, tiba-tiba kurir menelepon dan mengatakan bahwa ia sudah berada di depan rumah.

Saya buru-buru mengambil dompet dan keluar menemui kurir.

Saya langsung menginterogasinya.

"Atas nama siapa?" "Barangnya apa?"

Saya khawatir jangan-jangan ada anggota keluarga lain yang memesan barang menggunakan alamat rumah.

Namun, yang membuat saya semakin bingung, paket tersebut memang ditujukan atas nama saya, menggunakan nomor telepon saya. Isinya pun tertulis sebagai starter kit peralatan menyulam.


Di rumah ini, hanya Abila yang bisa menyulam.

Walaupun masih dipenuhi keraguan, akhirnya saya tetap membayar paket tersebut.

Saat itu hanya ada saya dan Abila di rumah. Namun, Abila sedang tidur sehingga saya belum sempat menanyakannya.

Setelah masuk ke rumah, saya langsung membuka aplikasi Shopee milik saya.

Benar saja. Tidak ada satu pun pesanan yang sesuai.

Saya mencoba menelepon kurir dua kali, tetapi tidak diangkat. Saya kemudian mengirim pesan WhatsApp dan meminta agar paket tersebut diambil kembali. Saya bahkan menyertakan tangkapan layar aplikasi Shopee sebagai bukti bahwa saya memang tidak memiliki pesanan.

Sayangnya, kurir menolak kembali.

Alasannya, status pengiriman sudah selesai sehingga paket tidak bisa diambil lagi. Ia juga meyakinkan saya bahwa tidak mungkin ada paket jika tidak ada yang memesan.

"Kalau memang salah, nanti barangnya dikembalikan saja, Bu."

Masalahnya, bagaimana saya bisa mengembalikannya jika di aplikasi Shopee saya sendiri tidak ada transaksi sama sekali?

Saat itu pikiran saya mulai ke mana-mana.

Jangan-jangan ada orang yang mencuri data saya, lalu mengirimkan barang COD menggunakan identitas saya.

Saya langsung menghubungi paksu yang sedang berada di kampus.

Begitu mendengar ceritanya, beliau langsung berkata, "Harusnya jangan diterima."

Saya hanya bisa menjawab bahwa semuanya sudah terlambat. Paket sudah telanjur saya bayar, sedangkan kurir juga tidak mau kembali mengambilnya.

Akhirnya saya pasrah.

Saya mengikhlaskan uang Rp150.000 tersebut. Paketnya pun sama sekali tidak saya buka. Masih tersegel rapi sambil saya berpikir bagaimana cara mengajukan komplain.

Tidak lama kemudian, Abila keluar dari kamarnya.

Saya langsung bertanya apakah dia yang memesan paket di Shopee. Padahal saya sebenarnya cukup yakin bukan dia, karena kalau memang Abila yang memesa paket, biasanya menggunakan nama akunnya sendiri.

Abila menjawab bahwa ia tidak membeli apa pun.

Namun, begitu saya mengatakan bahwa isi paketnya adalah starter kit menyulam, ia langsung berkata,

"Oh... mungkin itu paketnya Ahdan."

Saya pun segera mengambil tablet yang berisi akun Shopee milik Ahdan. Saat itu Ahdan masih di sekolah dan baru akan pulang setelah Ashar.

Dan...

Benar saja.

Pesanan itu memang ada di akun Shopee milik Ahdan. 😂

Sebenarnya akun Shopee tersebut saya yang membuat beberapa waktu lalu. Waktu itu saya ingin membeli sebuah ponsel dan sengaja membuat akun baru karena ada promo khusus pengguna baru dengan potongan harga hingga Rp500.000.

Setelah Ayzar pulang sekolah sekitar pukul 2 siang, saya mulai menginterogasinya.

Barulah misteri itu terpecahkan.

Ternyata Ayzar dan Ahdan sedang patungan membeli hadiah ulang tahun untuk Abila. Karena mereka belum memiliki rekening atau metode pembayaran digital sendiri, mereka memilih menggunakan pembayaran COD.

Versi Ahdan saat pulang sekolah juga tidak kalah lucu.

Ketika saya bertanya mengapa tidak memberi tahu Mommy, ia menjawab polos,

"Kan mau bikin surprise buat Abila."

Iya sih...

Yang berhasil dibuat kaget memang ada.

Hanya saja bukan Abila.

Melainkan Mommy dan Daddy. 🤣

Yang lebih lucu lagi, menurut Ahdan, berdasarkan hasil tracking, paket tersebut diperkirakan baru akan tiba bulan Agustus.

Entah bagaimana ceritanya, paket itu justru datang lebih cepat dan hampir membuat saya berpikir identitas saya telah dicuri.

Pelajaran hari ini: sebelum panik, sebelum curiga data pribadi bocor, dan sebelum berprasangka macam-macam... mungkin sebaiknya interogasi dulu anak-anak di rumah. Bisa jadi mereka sedang menyiapkan kejutan yang niatnya manis, tetapi eksekusinya bikin orang tua hampir kena serangan jantung. 😂

0 comments:

Post a Comment

Berkomentar yang sopan sangat disenangi, komentar spam akan di hapus. Thanks!!